FIFA Forward Enterprise Tuai Penolakan karena Diduga Jual Hak Siar Piala Dunia, Ini Penjelasannya

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45:31 WIB
FIFA Forward Enterprise menuai penolakan dari sejumlah federasi anggota karena klausul yang dinilai ambigu terkait pengelolaan aset komersial turnamen.

SULAWESI UTARA — Penolakan bukan datang dari satu atau dua federasi kecil. Sejumlah asosiasi nasional dari berbagai konfederasi menyuarakan keberatan atas pasal-pasal dalam dokumen FFE yang dinilai ambigu, terutama soal pengelolaan aset komersial turnamen. Kekhawatiran utama tertuju pada klausul yang memungkinkan FIFA menjalin kemitraan investasi dengan pihak ketiga atas nama federasi penerima dana.

Skema Hibah Berubah Jadi Skema Investasi?

Sebelumnya, FIFA Forward dikenal sebagai program hibah langsung untuk pembangunan infrastruktur dan operasional federasi. Dalam format Enterprise, dana tersebut tidak lagi murni hibah. FIFA disebut akan membentuk entitas bersama yang mengelola hak komersial turnamen seperti Piala Dunia sebagai jaminan atas investasi yang ditanamkan.

Artinya, keuntungan siaran dan sponsor tidak lagi sepenuhnya masuk ke kas FIFA untuk didistribusikan, melainkan berbagi dengan investor. Federasi anggota khawatir skema ini mengunci hak penyelenggaraan turnamen dalam kontrak jangka panjang yang sulit ditarik kembali.

Mengapa Federasi Menolak Keras?

Kekhawatiran utama adalah hilangnya kendali atas penyelenggaraan turnamen. Jika FFE berjalan, keputusan strategis seperti pemilihan tuan rumah atau penetapan jadwal bisa terikat pada kepentingan komersial investor. Sejumlah federasi Eropa dan Amerika Selatan menilai langkah ini terlalu jauh dan bertentangan dengan prinsip solidaritas sepak bola global.

Mereka juga menyoroti kurangnya transparansi dalam dokumen yang dibagikan FIFA. Banyak federasi mengaku hanya diberi waktu singkat untuk mempelajari sebelum diminta menyetujui. "Ini bukan soal menolak kemajuan, tapi soal melindungi masa depan turnamen," demikian kira-kira nada keberatan yang disampaikan dalam pertemuan internal.

Apa Dampaknya bagi Kompetisi Seperti Piala Dunia?

Jika FFE diimplementasikan, hak siar Piala Dunia edisi 2026 dan 2030 berpotensi menjadi aset yang dijaminkan. Dalam skema terburuk, federasi yang kesulitan dana bisa tergoda menerima suntikan tunai besar dengan imbalan sebagian hak komersial. FIFA sendiri belum memberikan pernyataan resmi yang merinci mekanisme kontrak, namun desakan untuk membatalkan atau me

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top