Gerindra Respons Survei Elektabilitas Turun: Juru Bicara Sebut Wajar dan Bukan Penentu Kebijakan

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:24:01 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (tanggal tidak tercantum).

JAKARTA — Partai Gerindra buka suara soal dinamika hasil survei yang belakangan dirilis sejumlah lembaga riset. Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut naik-turunnya elektabilitas adalah konsekuensi normal dari proses penataan kebijakan besar yang tengah berjalan, bukan indikator kegagalan.

Menurut Sugiat, masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap dua tahun. Pada fase ini, publik masih beradaptasi dengan berbagai kebijakan strategis seperti penataan anggaran dan stabilisasi harga.

Survei Dibaca sebagai Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Arah

Sugiat menegaskan bahwa hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia sebaiknya diposisikan sebagai instrumen evaluasi. Partai Gerindra justru menjadikan angka-angka itu sebagai masukan untuk mempercepat kerja pemerintah.

"Angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," kata Sugiat di Jakarta, Jumat.

Ia mengingatkan agar publik tidak menghabiskan energi pada polemik fluktuasi survei. Kontestasi politik berikutnya masih sangat jauh, sehingga fokus utama seharusnya tertuju pada penyelesaian program prioritas.

Fokus Pemerintah: Harga Pangan, Lapangan Kerja, dan Layanan Publik

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menyebutkan sejumlah prioritas pemerintah saat ini. Mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.

"Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," ujarnya.

Sugiat optimistis kepercayaan publik akan berlipat ganda ketika pelayanan publik berjalan maksimal dan dampak positif program terasa masif. Ia menilai survei yang turun justru menjadi bahan introspeksi untuk membenahi kinerja.

Gerindra Ingatkan Survei Jangan Dijadikan Alat Politik

Di sisi lain, Sugiat mewanti-wanti potensi penyalahgunaan hasil survei. Ia meminta agar lembaga riset dan publik tidak membiarkan data dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah.

"Jangan sampai survei dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah atau sekadar membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek," katanya.

Ia menambahkan, pemerintahan saat ini sedang membangun fondasi yang kuat agar berbagai program berjalan berkelanjutan. Partai Gerindra memilih merespons dinamika survei dengan percepatan kinerja di lapangan, bukan dengan kegaduhan politik.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top