MINAHASA — Kunjungan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kemenag RI ke Minahasa bukan sekadar silaturahmi biasa. Sejumlah agenda konkret telah dijadwalkan untuk memperkuat moderasi beragama di Sulawesi Utara, wilayah yang selama ini dikenal sebagai barometer toleransi nasional.
Rangkaian kegiatan yang diboyong Gus Adib mencakup pengukuhan FKUB hingga level kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan struktur kerukunan berjalan hingga ke akar rumput.
Selain itu, Kemenag RI juga mengagendakan sosialisasi pemberdayaan perempuan lintas agama dan dialog bersama para penyuluh agama. Rombongan dijadwalkan bersilaturahmi ke sejumlah rumah ibadah ikonik yang menjadi simbol toleransi di Minahasa.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulut, H. Basri Saenong, menyambut positif kedatangan pihak pusat. Ia menyebut kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama," ujar Basri mewakili Kakanwil Kemenag Sulut.
Kepala Kemenag Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, menyampaikan optimismenya. Ia menilai kehadiran Gus Adib menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran, termasuk FKUB dan tokoh agama setempat.
"Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Kementerian Agama, FKUB, serta tokoh-tokoh agama untuk terus mengembangkan budaya dialog, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat," ungkap Pdt. Dolie Tangian.
Sulawesi Utara selama ini kerap dijadikan contoh nasional dalam hal kerukunan antarumat beragama. Melalui program ini, Kemenag berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat Minahasa dapat semakin kokoh sebagai modal sosial merawat persatuan bangsa.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa agenda moderasi beragama tidak berhenti di tingkat pusat, melainkan terus didorong hingga ke pelosok daerah.