Pertamina Patra Niaga Sulawesi Hentikan Penyaluran Biosolar di SPBU Sonder Minahasa, Pasokan Dialihkan ke Kawangkoan dan Walian

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 27 Juli 2026 | 21:16:01 WIB
SPBU 74.956.04 di Kecamatan Sonder, Minahasa, tidak melayani penjualan Biosolar sementara waktu.

MINAHASA — Operasional SPBU 74.956.04 di Kecamatan Sonder, Minahasa, untuk sementara tidak lagi melayani penjualan Biosolar. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil keputusan tersebut setelah hasil pemeriksaan internal menemukan adanya penyaluran BBM subsidi yang memerlukan tindak lanjut.

Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan berkala terhadap lembaga penyalur. Selama masa penghentian, Pertamina akan melakukan proses pembinaan agar distribusi kembali sesuai aturan.

Pasokan Dialihkan ke Dua SPBU Terdekat

Agar pasokan tidak terputus, Pertamina mengalihkan distribusi Biosolar ke dua titik lain. Masyarakat pengguna Biosolar di Sonder dan sekitarnya kini dapat membeli di SPBU 74.956.17 Kawangkoan dan SPBU 74.953.13 Walian.

Perusahaan memastikan stok di kedua SPBU tersebut dalam kondisi aman. Pemantauan ketersediaan bahan bakar terus dilakukan agar pelayanan kepada warga tidak terganggu selama proses evaluasi berlangsung.

Pembinaan sebagai Bentuk Pengawasan Berkelanjutan

Sales Branch Manager Sulutgo II Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan, pembinaan terhadap lembaga penyalur merupakan mekanisme yang berjalan secara terus-menerus. Setiap hasil evaluasi akan ditindaklanjuti untuk menjaga kualitas layanan.

“Pertamina berkomitmen memastikan penyaluran BBM bersubsidi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap hasil evaluasi akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah pembinaan yang bertujuan menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan distribusi energi kepada masyarakat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pengawasan Diperkuat demi Transparansi Distribusi

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menambahkan bahwa pengawasan terhadap seluruh lembaga penyalur akan terus diperkuat. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan keandalan distribusi BBM subsidi.

“Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan seluruh lembaga penyalur agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal dan tepat sasaran,” kata Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya. Stok Biosolar di wilayah sekitar dipastikan tetap aman selama masa pembinaan berlangsung.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: detotabuan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top