SULAWESI UTARA — Foto-foto Omoda O4 mulai beredar di media sosial dan grup otomotif. Dalam gambar yang terekam, SUV listrik ini tampak sedang diturunkan dari truk towing dan terparkir di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kehadiran fisik unit ini menegaskan bahwa pabrikan asal China tersebut tidak main-main dengan pasar Indonesia.
Omoda O4 pertama kali melenggang di ajang Beijing Auto Show pada April 2026. Sebelumnya, model ini sudah lebih dulu dipasarkan di China pada Oktober 2025. CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu sudah memberi kode keras soal rencana ekspansi ke Indonesia.
"Tentu (masuk ke Indonesia), kalau Anda suka," kata Shawn dalam sebuah kesempatan. Pernyataan itu kini mulai terbukti dengan terlihatnya unit uji coba di dalam negeri.
Dari sisi tampang, Omoda O4 versi hybrid yang difoto memiliki garis bodi menyiku dan tegas. Bentuk headlamp segitiga serta lampu sein/DRL sipit memberikan kesan agresif. Dua garis tajam di kap mesin makin memperkuat aura robot raksasa ala Gundam, yang sekilas juga mirip dengan Lamborghini Urus.
Masuk ke kabin, sebuah layar vertikal besar menjadi pusat kendali hiburan. Fitur panoramic glass roof juga tersedia. Uniknya, tombol start mesin dilindungi penutup berwarna merah—mirip tuas starter di mobil sport Italia. Di Beijing Auto Show, unit yang dipajang bahkan dilengkapi joystick game, menandakan Omoda menyematkan sistem hiburan interaktif untuk penumpang.
Belum ada konfirmasi resmi dari PT Omoda & Jaecoo Indonesia mengenai spesifikasi teknis dan banderol harga. Namun, kehadiran unit di Indonesia menandakan proses homologasi dan uji jalan sedang berjalan. GIIAS 2026 yang akan digelar di ICE BSD City pada Agustus mendatang diprediksi menjadi panggung peluncuran resmi Omoda O4.
SUV listrik ini akan bersaing langsung dengan model China lain seperti Wuling Air ev dan DFSK Gelora E, serta menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari desain sporty dengan sentuhan teknologi hiburan mutakhir.