MANADO — Sulawesi Utara masuk dalam peta jalan kecerdasan buatan nasional yang tengah disusun pemerintah melalui Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional 2026–2029. Daerah ini diproyeksikan menjadi salah satu yang terdepan di luar Pulau Jawa dalam pengembangan AI untuk pendidikan dan penguatan UMKM.
Kegiatan AI Ignition yang digagas organisasi anak muda KUMPUL bekerja sama dengan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital serta Pemprov Sulut itu dihadiri siswa SMA/SMK, pelaku UMKM, dan komunitas. Menurut Tiar, penyelenggaraan acara ini membuktikan kesiapan Bumi Nyiur Melambai menjadi bagian dari transformasi digital nasional.
“Transformasi digital bukan hanya milik kota-kota besar. Sulawesi Utara merupakan bagian penting dari peta jalan nasional tersebut,” ujar Tiar dalam sambutannya.
Pemerintah saat ini mempercepat implementasi GovTech, sistem pemerintahan digital berbasis AI yang telah diuji coba di puluhan kabupaten dan kota. Program tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara nasional di 514 kabupaten/kota pada Oktober 2026. Tiar menjelaskan, pengembangan AI, pemberdayaan UMKM, dan pemerataan akses teknologi menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan, pendidikan, dan pengangguran.
Tiar menegaskan, kemajuan teknologi harus dibarengi peningkatan literasi digital masyarakat. Ia mengingatkan AI berpotensi disalahgunakan untuk penyebaran hoaks, manipulasi digital, hingga deepfake. Di sektor pendidikan, AI diharapkan menjadi alat bantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan inovasi, bukan menggantikan proses berpikir manusia. Sementara bagi UMKM, AI bisa dimanfaatkan untuk strategi pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, hingga menganalisis pola penjualan.
“Kita ingin pemerataan teknologi benar-benar dirasakan hingga ke daerah, sehingga siswa dan pelaku UMKM di Sulawesi Utara mampu memanfaatkan AI secara produktif, bertanggung jawab, dan aman,” katanya.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan AI Ignition. Tiar berharap pelatihan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya belajar masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.