BOLMUT — Akses jalan menuju Goyo, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kini kembali terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmut telah menuntaskan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan.
Kepala PUTR Bolmut Abdul Jalil Pandialang mengatakan proses penanganan material longsor dikerjakan selama tiga hari berturut-turut. “Sejak Sabtu hingga Senin kemarin,” ungkapnya, Selasa (14/7/2026).
Material longsor yang menutupi sebagian jalan tersebut bukanlah kejadian baru. Data di lapangan mencatat, ruas jalan itu pertama kali tertimbun pada Minggu, 19 Januari 2025. Saat itu, jalan sempat bisa dilalui kembali dua hari kemudian, Selasa (21/1/2025), namun hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.
Kondisi memburuk saat longsor susulan terjadi pada 23 hingga 24 Januari 2025. Warga setempat sempat bergotong royong membuka akses secara manual agar mobilitas tidak lumpuh total.
Pemerintah Kabupaten sebenarnya telah merespons dengan mengirimkan alat berat ke lokasi saat longsor pertama terjadi. Namun, upaya tersebut gagal karena faktor cuaca buruk. Kepala PUTR menjelaskan bahwa air sungai meluap sehingga menghambat pergerakan alat berat ke titik longsor.
Akibatnya, material longsor dibiarkan menutupi badan jalan selama hampir satu setengah tahun. Selama periode itu, warga Goyo dan sekitarnya harus bergantung pada jalur alternatif atau memaksakan diri melintasi tumpukan tanah dengan risiko tinggi.
Pembersihan yang baru rampung pekan ini menjadi akhir dari penantian panjang warga. Meski tidak disebutkan detail volume material yang dipindahkan, keberhasilan ini memastikan akses transportasi warga menuju pusat kecamatan dan kabupaten kembali normal.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Bolmut mengenai langkah antisipasi longsor susulan di titik rawan tersebut. Namun, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan, tetapi juga membangun turap atau drainase di lereng-lereng rawan longsor di wilayah Bolangitang Barat.