SD Negeri Matungkas di Minahasa Utara Sambut 72 Siswa Baru Lewat MPLS Edukatif dan Ramah Anak

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:20:54 WIB
siswa baru SD Negeri Matungkas mengikuti MPLS ramah anak selama tiga hari di Minahasa Utara.

MINAHASA UTARA — Sebanyak 72 siswa baru mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang berlangsung selama tiga hari ke depan di lingkungan SD Negeri Matungkas. Pihak sekolah memastikan seluruh aktivitas bebas dari unsur perundungan dan kekerasan, sesuai dengan pedoman Kemendikbudristek tentang pelaksanaan MPLS yang ramah anak.

Mengenal Sekolah Lewat Permainan dan Pengenalan Lingkungan

Alih-alih diisi dengan materi yang membosankan, panitia MPLS menyusun agenda yang interaktif. Para siswa diajak berkeliling sekolah untuk mengenal ruang kelas, perpustakaan, kantin sehat, dan fasilitas lainnya. Permainan kelompok juga diselipkan di sela-sela sesi pengenalan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala SD Negeri Matungkas, Ventje Runtuwene, mengatakan bahwa pendekatan ini dipilih agar anak-anak tidak merasa canggung atau tertekan di hari pertama sekolah. “Kami ingin mereka merasa nyaman dan senang berada di sekolah. MPLS bukan ajang untuk menakut-nakuti, melainkan membangun rasa percaya diri dan kebersamaan,” ujarnya.

MPLS Bebas Perundungan, Orang Tua Diajak Terlibat

Pihak sekolah juga menggandeng orang tua siswa dalam sesi pengarahan terpisah. Materi yang disampaikan mencakup tata tertib sekolah, jadwal belajar, serta peran orang tua dalam mendampingi anak selama masa transisi dari PAUD atau TK ke SD.

Tidak ada tugas yang membebani siswa selama MPLS berlangsung. Semua kegiatan bersifat rekreatif dan edukatif, seperti bernyanyi lagu nasional, menggambar, dan bermain sambil belajar tentang kebersihan lingkungan. Ventje menambahkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan MPLS setiap hari untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap prinsip ramah anak.

Minahasa Utara Fokus pada Pendidikan Dasar yang Inklusif

Pelaksanaan MPLS di SD Negeri Matungkas menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Minahasa Utara dalam menyelenggarakan masa orientasi yang humanis. Dinas Pendidikan daerah setempat terus mendorong agar seluruh sekolah dasar di wilayah tersebut mengadopsi pendekatan serupa, terutama dalam menekan angka perundungan di lingkungan sekolah.

Kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (15/7/2026). Setelahnya, siswa baru akan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar reguler sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top