MANADO — Film "Free Wifi" resmi diperkenalkan di Manado, Sabtu, dalam sebuah acara yang dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw. Karya ketiga dari rumah produksi Lucia Goni ini disebut sebagai upaya memperkenalkan potensi pariwisata dan kreativitas Sulawesi Utara ke khalayak lebih luas.
Lucia Goni menyebut angka 100 ribu penonton sebagai target yang realistis sekaligus tolok ukur apresiasi masyarakat terhadap karya sineas lokal. "Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-402 Kota Manado pada 14 Juli 2026, kami memperkenalkan film Free Wi-Fi yang turut dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw," ujarnya.
Proses syuting film ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Menurut Lucia, produksi ikut terdampak saat pandemi masuk. Setelah menunggu beberapa tahun, bioskop kembali dibuka dan film akhirnya bisa tayang.
Salah satu pemain, Om Kale, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap industri kreatif daerah. Ia menyebut sekitar 90 persen lokasi pengambilan gambar dilakukan di Kota Manado. "Kita bangga punya sebuah produksi yang mengangkat seni budaya dan para pekerja seni di Manado, di Sulawesi Utara," kata Om Kale.
Menurutnya, "Free Wifi" tidak hanya menghibur tetapi juga membawa pesan tentang pendidikan, budaya, dan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
Pemeran lainnya, Sule, berharap film ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat maupun pemerintah daerah agar jangkauan penonton lebih luas. "Film ini mengangkat Kota Manado. Mudah-mudahan kehadiran Pak Wali Kota bisa membantu dan mendukung film ini," ucap Sule.
"Free Wifi" merupakan film layar lebar ketiga yang diproduksi Lucia Goni setelah "Surga Tanpa Kaki Ibu" dan "Tommy and Jerry". Tim produksinya juga telah menghasilkan ratusan film televisi melalui program Bioskop Indonesia di Trans TV.
Acara perkenalan film diwarnai suasana santai dan penuh humor. Para pemain memperkenalkan karakter yang mereka perankan sekaligus berbagi pengalaman selama proses produksi.