AIRMADIDI — Ketua Dekranasda Minahasa Utara, Ny. Rizya Ganda-Davega, hadir dalam puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas. Ia menyebut momentum ini jadi panggung strategis untuk mempromosikan produk kerajinan lokal ke kancah internasional.
Rizya Ganda-Davega yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Minut menekankan bahwa produk kerajinan daerah harus terus berinovasi. Menurutnya, persaingan di pasar global tidak hanya soal kualitas bahan baku, tetapi juga tampilan visual dan kemasan.
"Kita harus berani berubah. Produk kita bagus, tapi kalau kemasan dan desainnya masih biasa, sulit bersaing di pasar internasional," ujar Rizya dalam keterangan yang diterima, Senin.
Ia mendorong para perajin di Minut untuk mulai belajar tentang branding dan standarisasi produk. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal bisa diterima di pasar ekspor.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjut Rizya, terus memberikan dukungan penuh bagi pengembangan UMKM kerajinan. Dukungan itu mencakup pelatihan keterampilan, bantuan peralatan, hingga fasilitasi pameran di tingkat nasional.
Rizya menambahkan bahwa potensi kerajinan di Minut sangat besar. Mulai dari tenun, anyaman, hingga kerajinan kayu dan rotan, semuanya punya ciri khas yang bisa dijual sebagai produk unggulan daerah.
"Kami akan terus dampingi para perajin. Tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga pemasaran digital. Era sekarang, pemasaran lewat online itu wajib," tegasnya.
Peringatan HUT ke-46 Dekranas tahun ini menjadi ajang bagi setiap Dekranasda kabupaten/kota untuk memamerkan produk unggulannya. Rizya mengaku bangga karena produk Minut mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Ke depan, ia berharap produk kerajinan Minut tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar Asia dan Eropa. "Ini bukan mimpi. Kalau kita serius, pasti bisa," pungkasnya.