Rivian Jual 75 Juta Lembar Saham Demi R2, Xiaomi Rilis Mobil Ruang Tamu, EV Mini Rp 224 Juta Mulai Dijual di AS

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:06:32 WIB
Rivian melepas 75 juta saham untuk mendanai produksi SUV listrik generasi terbaru, R2.

SULAWESI UTARA — Pekan ini, sirkuit berita kendaraan listrik global diramaikan tiga peristiwa besar. Mulai dari strategi pendanaan Rivian, gebrakan desain Xiaomi, hingga kehadiran mobil listrik mungil seharga kurang dari USD 14.000 di Amerika Serikat. Semua topik ini dibahas tuntas dalam episode terbaru Electrek Podcast.

Rivian Kembali ke Pasar Modal untuk Biayai R2

Produsen asal Amerika Serikat itu resmi meluncurkan penjualan 75 juta lembar saham. Aksi korporasi ini ditargetkan meraup dana segar sekitar USD 1,5 miliar untuk mempercepat produksi SUV listrik generasi berikutnya, R2.

Langkah ini menunjukkan ambisi Rivian untuk tetap kompetitif di tengah tekanan biaya produksi yang tinggi. Dana segar itu akan digunakan untuk pengembangan pabrik dan platform baru.

Xiaomi SkyNomad N90: Ruang Tamu di Atas Roda

Xiaomi tak hanya bermain di ponsel. Mereka memperkenalkan SkyNomad N90, sebuah kendaraan yang mengusung konsep "living room on wheels" atau ruang tamu berjalan. Desain interiornya mengedepankan kenyamanan layaknya ruang keluarga.

Belum ada detail teknis soal mesin atau baterai yang diungkap. Namun, pendekatan ini menegaskan bahwa Xiaomi ingin bersaing dengan pendekatan gaya hidup, bukan sekadar spesifikasi.

BYD Siapkan Supercar Listrik Rp 3,2 Miliar

BYD, raksasa kendaraan listrik China, mengumumkan harga supercar listrik terbarunya. Mobil dengan tenaga lebih dari 1.500 hp ini dibanderol mulai hampir USD 200 ribu atau setara sekitar Rp 3,2 miliar.

Model ini menempatkan BYD langsung bersaing dengan hypercar listrik dari Rimac atau Lotus. Belum ada konfirmasi apakah model ini akan masuk ke pasar Indonesia.

Mobil Listrik Mini Seharga Rp 224 Juta Sudah Bisa Dipesan di AS

Kabar gembira bagi konsumen Amerika yang menginginkan EV murah. Sebuah mobil listrik mini kini dijual dengan harga kurang dari USD 14.000 atau sekitar Rp 224 juta. Kendaraan ini menjadi salah satu EV termurah yang resmi dipasarkan di Negeri Paman Sam.

Meski ukurannya kecil, kehadirannya bisa menjadi alternatif transportasi perkotaan yang ekonomis. Sayangnya, belum ada informasi apakah model ini akan dijual di Indonesia.

Pabrikan Jepang Tunda Produksi Highlander BEV

Di tengah gempuran pemain baru, Toyota memutuskan menunda produksi Highlander versi baterai listrik (BEV). SUV listrik tiga baris kursi itu disebut-sebut di-back burner atau prioritasnya diturunkan.

Keputusan ini menunjukkan kehati-hatian Toyota dalam merespons permintaan pasar yang fluktuatif. Belum ada jadwal baru kapan model ini akan meluncur.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top