SULAWESI UTARA — Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, mengungkapkan petugas menghadapi kendala signifikan saat merespons kebakaran di permukiman padat tersebut. Selain akses jalan yang sempit menuju titik api, kerumunan warga dan adanya pesta pernikahan di jalur masuk turut memperlambat pergerakan armada damkar.
"Jadi kebakaran ini terjadi di sekitar pasar. Kami tiba 12 menit di lokasi setelah menerima laporan. Data sementara ada lima rumah terbakar," ujar Fadli Wellang dalam keterangannya.
Kebakaran melanda permukiman yang sebagian besar bangunannya terbuat dari material kayu dan berdiri saling berdekatan. Kondisi ini menyebabkan api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya sebelum petugas tiba di lokasi.
Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan petugas terkait. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun PLN mengenai insiden ini.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kawasan yang terbakar merupakan area padat penduduk dengan bangunan semipermanen yang bernilai ekonomis bagi penghuninya.
Petugas Damkarmat Makassar berhasil mengendalikan kobaran api dan mencegahnya meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Proses pendinginan dan penyisiran lokasi kebakaran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan permukiman padat di Makassar terhadap bahaya kebakaran. Akses jalan yang sempit dan minimnya jalur evakuasi darurat menjadi tantangan klasik bagi petugas pemadam kebakaran saat bertugas di wilayah-wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Makassar diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap tata ruang dan penyediaan akses darurat di permukiman padat untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang. Sementara itu, warga yang rumahnya terbakar masih menunggu pendataan dan bantuan dari pemerintah setempat.