MANADO — Kemudahan akses menuju kawasan perkebunan kini dirasakan petani di Desa Liberia Timur, Bolaang Mongondow. Pembangunan jalan tersebut memungkinkan mobilitas petani dan pengangkutan hasil bumi dari area produksi berjalan lebih lancar.
Usman Bangun menyatakan program TJSL diarahkan untuk membangun fondasi ekonomi desa. Infrastruktur yang dibangun harus bisa digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif.
"Setiap rupiah yang dialokasikan dalam program TJSL harus mampu menjadi stimulus bagi kesejahteraan masyarakat," kata Usman di Manado, Rabu.
PLN berkomitmen memperluas penerima manfaat program di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Langkah ini diambil untuk mendukung pemerataan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan di ketiga provinsi tersebut.
Sangadi atau Kepala Desa Liberia Timur Rival Mahdum mengakui dampak langsung program ini. Petani tidak lagi kesulitan membawa hasil panen dari kawasan produksi ke titik pengumpulan.
"Pembangunan jalan perkebunan ini memberikan manfaat yang sangat besar. Sekarang petani jauh lebih mudah mengangkut hasil panen dan aktivitas ekonomi desa otomatis meningkat," kata Rival.
Selain pembangunan jalan, PLN UP3 Kotamobagu menjalankan program pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir bandang. Dua desa yang menerima bantuan adalah Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II, keduanya di Kabupaten Bolaang Mongondow.
PLN memulihkan keandalan pasokan listrik pascabencana. Perusahaan juga menyalurkan kebutuhan darurat berupa bahan pangan, air mineral, kasur, tikar, dan tandon air bersih untuk mendukung pemulihan warga.
Manager PLN UP3 Kotamobagu Reki Wowiling mengatakan program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. Tujuannya agar setiap bantuan memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi setempat.
PLN menyatakan pelaksanaan program TJSL dilakukan bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendekatan ini memastikan bantuan serta pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.