Jaringan SPBU Freedom Fuel Bermunculan di AS, Jual Bensin Rp 55 Ribu per Galon

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 04:21:31 WIB
SPBU Freedom Fuel hadir di AS dengan harga bensin USD 3,47 per galon.

SULAWESI UTARA — Kehadiran Freedom Fuel Network langsung menjadi sorotan setelah akun resmi Gedung Putih di X mengiklankan harga bensin USD 3,47 per galon pada Selasa pekan lalu. Dalam unggahan tersebut, tertulis narasi bahwa "Presiden Trump memimpin upaya menurunkan harga BBM musim panas ini." Namun, hubungan antara jaringan SPBU ini dengan pemerintah federal Amerika Serikat masih belum jelas.

Klaim Pemerintah: Swasta Murni, Tidak Disubsidi

Juru bicara Gedung Putih kepada CBS News menyatakan bahwa Freedom Fuel Network adalah perusahaan swasta. Pemerintah Trump tidak terlibat dalam operasionalnya dan tidak memberikan subsidi. "SPBU ini bisa menawarkan harga lebih rendah dengan memangkas margin keuntungan mereka," klaim sang juru bicara.

Presiden Trump sendiri turut memposting soal jaringan ini beberapa hari sebelumnya. Ia menyebutnya sebagai "pengecer yang sangat pintar" yang melangkah maju, sembari membagikan gambar SPBU yang jelas-jelas buatan kecerdasan buatan (AI).

Bekas SPBU Sunoco dan Valero yang Ganti Papan Nama

Investigasi awal mengungkap fakta menarik. SPBU Freedom Fuel ternyata sebelumnya beroperasi dengan nama lain. Philadelphia Inquirer mengunjungi satu lokasi di Dresher, Pennsylvania, yang masih terdaftar sebagai SPBU Sunoco di Google Maps. Lokasi lain di Bristol memiliki spanduk Freedom Fuel yang digantung longgar di atap yang jelas-jelas bekas milik SPBU Valero.

Pencarian di direktori bisnis resmi Departemen Luar Negeri Pennsylvania untuk kata "Freedom Fuel" hanya menemukan enam entitas dengan nama serupa. Empat di antaranya didirikan antara 1917 dan 1998, satu lagi didirikan tahun 2023 namun berlokasi di dekat Danau Erie, dan satu lagi baru diajukan pada Maret lalu—tetapi ternyata perusahaan Kanada.

Teori Konspirasi Bermunculan di Media Sosial

Banyak warganet yang merespons unggahan awal di X berspekulasi bahwa bisnis ini sebenarnya milik pemerintah atau memiliki hubungan komersial dengan Presiden Trump. Mereka menduga harga murah itu adalah hasil rekayasa artifisial. Sejumlah pihak bahkan langsung menyeret isu implikasi sosialis dari pengaturan semacam itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut yang menjawab tuntas asal-usul dan model bisnis Freedom Fuel Network.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top