MANADO — Sidang Pantukhir Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi digelar di Markas Kodam (Makodam) XIII/Merdeka. Pangdam Mayjen TNI Mirza Agus memimpin langsung proses seleksi yang mempertemukan 534 calon siswa dari seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Mayjen Mirza, saat membacakan amanat Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana, menegaskan bahwa tahapan ini bukan sekadar formalitas. “Sidang Pantukhir memiliki nilai strategis karena keputusan yang diambil akan menentukan kualitas sumber daya manusia TNI Angkatan Darat di masa mendatang,” ujarnya di hadapan panitia dan pengawas.
Pangdam menekankan seluruh proses rekrutmen berpegang pada empat prinsip utama: objektif, transparan, akuntabel, dan profesional. Ia memastikan tidak ada celah bagi praktik percaloan atau penyimpangan selama tahapan berlangsung.
“Kami menginstruksikan seluruh panitia untuk menjaga kerahasiaan hasil sidang dan menghindari segala bentuk penyimpangan hingga pengumuman resmi diterbitkan oleh Panpus,” tegasnya.
Mayjen Mirza juga menyebut bahwa sistem rekrutmen TNI AD terus berbenah melalui digitalisasi terintegrasi. Langkah ini, menurutnya, menciptakan proses seleksi yang lebih efisien dan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh.
Dengan sistem modern itu, setiap tahap — mulai pendaftaran hingga Pantukhir — dapat dipantau secara real-time oleh pusat. Hal ini meminimalisir potensi manipulasi data atau intervensi dari pihak manapun.
Melalui tahapan ini, TNI AD berharap dapat menjaring prajurit terbaik yang memiliki integritas tinggi dan siap mengabdi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keputusan akhir kelulusan para casis akan diumumkan oleh Panpus setelah seluruh verifikasi selesai.
Pantukhir merupakan gerbang terakhir sebelum seorang calon dinyatakan resmi sebagai prajurit. Di Manado, 534 peserta yang lolos seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, dan psikologi kini hanya menunggu hasil final dari sidang yang dipimpin langsung Pangdam.