MINAHASA UTARA — Perhelatan akbar keagamaan tingkat provinsi dimulai. Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi membuka MTQ XXXI Sulawesi Utara di Alun-alun Kabupaten Minahasa Utara. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa MTQ bukan ajang kompetisi semata, melainkan wahana menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian masyarakat.
“MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menteri Agama di hadapan para peserta dan undangan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, menyampaikan parameter keberhasilan MTQ tidak hanya pada lahirnya qari dan qariah berprestasi. Menurutnya, indikator utama justru terletak pada penguatan komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan antar umat beragama pasca-acara.
“Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah berprestasi, tetapi juga dari semakin kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” tegas Gubernur.
Prosesi serah terima piala bergilir menjadi momen penting dalam pembukaan. Asisten III Pemkot Kotamobagu, Agung Adati, mewakili Wali Kota Kotamobagu, menyerahkan piala kepada Ketua LPTQ Provinsi Sulawesi Utara, Iskandar Kamaru. Selanjutnya, piala diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara selaku tuan rumah penyelenggara tahun ini.
MTQ XXXI akan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Juli 2026. Ajang ini juga berfungsi sebagai tahapan seleksi untuk menentukan perwakilan Sulawesi Utara pada MTQ tingkat nasional mendatang. Suasana pembukaan dimeriahkan dengan penampilan seni dari lembaga pendidikan setempat.