SULAWESI UTARA — Pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, berjalan ketat sejak menit awal. Arema FC Women yang mengusung julukan Ongis Kodew (Singo Wedok) langsung tampil agresif untuk mengimbangi permainan Akademi Persib Bandung. Perebutan bola di lini tengah menjadi kunci, membuat kedua tim kesulitan membangun serangan efektif.
Peluang pertama yang mengancam lahir di menit ke-5. Tendangan bebas Oediaja O’shea Sharinah dari luar kotak penalti disambut kapten Arema FC Women, Syafia Tristalia Chorlienka. Namun, refleks cepat kiper sekaligus kapten Akademi Persib Bandung, Gadhiza Asnanza, berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Memasuki paruh pertama, Akademi Persib Bandung mulai mengambil alih kendali permainan. Namun, lini belakang Arema FC Women tampil solid dan berhasil memblok setiap upaya masuk ke kotak terlarang. Hingga tambahan waktu satu menit berakhir, skor masih 0-0.
Di babak kedua, Akademi Persib Bandung meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya barisan belakang Arema FC Women membuat skema serangan lawan gagal berkembang. Momentum berubah pada menit ke-48 saat Arema FC Women mendapatkan hadiah tendangan bebas di sisi kanan luar kotak penalti.
Oediajah O’Shea Sarinah yang menjadi eksekutor melepaskan sepakan keras ke sisi kiri gawang yang tak mampu dijangkau Gadhiza Asnanza. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Arema FC Women. Tertinggal satu gol, Akademi Persib Bandung terus menekan, tetapi Arema FC Women tampil disiplin menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kapten Arema FC Women, Syafia Tristalia Chorlienka, mengakui timnya masih dalam tahap adaptasi di babak pertama. “Kami dapat suntikan semangat dari tim pelatih saat jeda, jadi pemain bisa tampil lebih baik. Masih ada komunikasi yang perlu ditingkatkan,” ujarnya usai laga.
Pelatih Kepala Arema FC Women, Dindin Wahyudin, menyebut kondisi mental pemain di laga perdana mempengaruhi kualitas permainan. “Pada babak pertama masih terjadi kesalahan elementer. Di babak kedua kami ubah dari sisi teknis dan taktis, alhamdulillah pemain bisa melakukan instruksi dan berbuah hasil dari set piece,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, menyayangkan dominasi permainan timnya yang tidak bisa diselesaikan dengan baik. “Alur serangan sudah bagus, lagi-lagi finishingnya tidak ada. Kami akan evaluasi pola transisi menyerang ke bertahan,” terangnya.
Kekalahan ini membuat Akademi Persib Bandung berada di posisi keempat klasemen sementara Grup B U-18 dengan nol poin. Kapten Gadhiza Asnanza dkk kini harus bekerja keras memenuhi target posisi runner-up dengan syarat menang melawan Putri Tangsel City dan Samba Persada Women di laga selanjutnya.