SULAWESI UTARA — Perkembangan e-commerce di Indonesia mendorong produsen motor listrik untuk merambah segmen kendaraan angkut barang. Ofero merespons kebutuhan tersebut dengan meluncurkan Carria 1 di Jakarta Fair 2026. Model ini dirancang khusus untuk distribusi barang, pengiriman last mile, dan aktivitas operasional harian pelaku usaha.
Carria 1 menggunakan sistem baterai ganda yang memungkinkan jarak tempuh 130 kilometer dalam kondisi penuh. Motor listrik ini mampu membawa beban hingga 200 kilogram, menjadikannya opsi untuk logistik skala kecil dan menengah.
Brand Department Ofero Indonesia, Auditya Gunawan, menyatakan kendaraan listrik kini berkembang menjadi instrumen produktivitas. "Kami melihat kendaraan listrik kini tidak lagi sekadar menjadi alternatif transportasi, melainkan sudah berkembang menjadi instrumen produktivitas," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip VIVA Otomotif Minggu 5 Juli 2026.
Ofero menyematkan Traction Control System (TCS) untuk menjaga traksi roda di berbagai kondisi jalan. Fitur lain yang ditawarkan adalah Automatic Repair System (ARS), yang diklaim mampu memulihkan sistem secara otomatis saat terjadi kendala tertentu sehingga kendaraan tetap bisa melaju ke lokasi layanan.
Panel instrumen digital 6 inci dengan penyesuaian kecerahan otomatis turut disertakan. Motor ini juga dilengkapi akses NFC tanpa kunci, port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik, alarm, bagasi 34 liter, serta jok panjang untuk kenyamanan pengendara.
Ofero menghitung potensi penghematan biaya operasional untuk penggunaan 200 kilometer per hari. Menurut perhitungan mereka, motor listrik ini bisa menghemat sekitar Rp14,6 juta per tahun dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Angka tersebut bergantung pada pola penggunaan, biaya energi, dan kebutuhan perawatan masing-masing pengguna.
Peluncuran Carria 1 di Jakarta Fair 2026 menjadi langkah Ofero untuk memperkuat posisi di segmen kendaraan niaga listrik. Dengan spesifikasi yang ditawarkan, motor ini diharapkan menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang ingin menekan biaya logistik harian.