MANADO — Rotasi di tubuh Polri kembali menyasar jajaran Polda Sulawesi Utara. Enam kapolres baru akan segera bertugas di wilayah hukum masing-masing menyusul diterbitkannya surat telegram mutasi oleh Kapolri pada 25 Juni 2026.
Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel di lingkungan Korps Bhayangkara. Enam polres yang terkena mutasi tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Sulut.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut enam wilayah hukum di Sulut yang akan dipimpin kapolres baru:
Nama-nama pejabat baru yang akan mengisi kursi kapolres di enam wilayah tersebut belum dirilis secara resmi ke publik. Mutasi ini merupakan bagian dari gelombang rotasi yang diterbitkan langsung oleh Markas Besar (Mabes) Polri.
Mutasi di tubuh Polri, khususnya di level kapolres, merupakan hal yang lazim dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk menjaga dinamika organisasi serta memberikan pengalaman baru bagi para perwira.
Pergantian pimpinan diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat di masing-masing daerah. Enam kapolres baru nantinya akan menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari gangguan kamtibmas hingga penanganan bencana alam yang kerap terjadi di Sulut.
Proses serah terima jabatan (sertijab) antar pejabat lama dan baru biasanya akan digelar dalam waktu dekat di Mapolda Sulut. Rangkaian acara ini akan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut.
Masyarakat di enam wilayah tersebut diimbau untuk mendukung kinerja kapolres yang baru. Sinergi antara kepolisian dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.