SULAWESI UTARA — Transformasi BUMN yang digencarkan sejak awal tahun mulai terlihat di laporan keuangan semester pertama. Berdasarkan data unaudited, PT Pelindo (Persero) mencatatkan laba tahun berjalan Rp2,01 triliun, naik 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Pupuk Indonesia Group membukukan laba bersih Rp6,70 triliun atau melonjak 230% secara tahunan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Kinerja positif juga terlihat di sektor energi. PT Pertamina (Persero) membukukan pendapatan US$70,89 miliar dengan laba US$3,35 miliar, naik 7,2% dari tahun sebelumnya. Raihan ini mengantarkan Pertamina masuk peringkat tiga Fortune Southeast Asia 500. Sementara itu, PT PLN (Persero) mencatat pendapatan tahun 2025 sebesar Rp582,68 triliun, tumbuh 6,84% dari Rp545,38 triliun pada 2024 — dicapai di tengah tekanan ekonomi global dan bencana alam.
Di sektor perbankan, empat bank himpunan milik negara — Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN — mencatat kapitalisasi pasar gabungan mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut angka itu setara dengan sekitar 10% dari nilai seluruh perusahaan nasional.
Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bank-bank BUMN tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga membuka akses seluas-luasnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” pungkasnya.
Dony Oskaria menjelaskan, pengelolaan BUMN kini diarahkan agar lebih akuntabel dan berbasis data. Laporan capaian kinerja disusun dengan menekankan akurasi informasi — bukan sekadar angka seremonial. Di sisi lain, BPI Danantara menegaskan pemisahan aset dan investasi menjadi kunci pengelolaan risiko serta menjaga kepercayaan investor global.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyatakan akan menutup hingga 800 BUMN yang tidak sehat sebagai langkah efisiensi, penghematan anggaran, dan pemberantasan korupsi di perusahaan negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar membersihkan portofolio BUMN agar hanya perusahaan dengan kinerja solid yang bertahan.
Catatan tambahan, Pupuk Indonesia menempati peringkat ke-68 dalam daftar perusahaan dengan pendapatan audited sebesar Rp90,4 triliun, tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengapresiasi 13 proyek hilirisasi fase II oleh BPI Danantara sebagai langkah nyata transformasi ekonomi nasional.