MANADO — Angka transaksi digital di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren ekspansif. Bank Mandiri mencatat volume transaksi melalui kanal digital di wilayah ini mencapai Rp 4,15 triliun pada 2024, didorong oleh peningkatan jumlah pengguna Livin' by Mandiri dan layanan e-commerce. Regional CEO Bank Mandiri VII, Agus Sulistiyono, menyebutkan pertumbuhan ini tidak hanya terpusat di Manado, tetapi juga merata di kota-kota seperti Bitung, Tomohon, dan Kotamobamu.
Beriringan dengan pertumbuhan transaksi digital, Bank Mandiri menggencarkan program literasi keuangan sejak usia dini. Dua produk yang menjadi ujung tombak adalah Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) dan Tabungan Next-G. "Kami ingin generasi muda Sulut tidak hanya piawai bertransaksi digital, tetapi juga memahami konsep menabung dan perencanaan keuangan," ujar Agus dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (18/2/2025).
Program Simpel dirancang khusus untuk pelajar tingkat SD hingga SMA dengan setoran awal ringan dan bebas biaya administrasi bulanan. Sementara itu, Tabungan Next-G menyasar mahasiswa dan generasi milenial awal dengan fitur digital penuh, termasuk integrasi dengan dompet elektronik dan notifikasi real-time.
Bank Mandiri menargetkan pembukaan 20.000 rekening Simpel dan Next-G baru di Sulut sepanjang 2025. Untuk mencapai target itu, perseroan menggandeng Dinas Pendidikan setempat dan menjalankan program "Bank Mandiri Sahabat Sekolah" yang langsung menyambangi 50 sekolah di Manado, Minahasa, dan Bitung sejak awal tahun ajaran.
Agus menambahkan, edukasi tidak berhenti pada pembukaan rekening. Pihaknya juga menggelar workshop keuangan digital bagi guru dan orang tua murid agar literasi keuangan berjalan berkesinambungan di lingkungan rumah dan sekolah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Robert Sianipar, mengapresiasi langkah Bank Mandiri. Menurut dia, indeks literasi keuangan di Sulut memang masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan pelajar. "Dengan program seperti ini, kami harap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pengelola keuangan yang cerdas," kata Robert.
Program ini juga sejalan dengan strategi nasional Bank Mandiri untuk memperkuat ekosistem perbankan digital di kawasan timur Indonesia. Agus menegaskan, Sulut menjadi salah satu prioritas karena tingkat penetrasi internet dan penggunaan ponsel pintar yang tinggi, terutama di perkotaan.
Ke depan, Bank Mandiri berencana memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke daerah pedalaman seperti Kepulauan Sangihe dan Talaud dengan menggandeng pemerintah desa dan komunitas lokal.