MITRA — Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredy Tuda secara resmi melantik kepengurusan baru PKG PAUD Kabupaten Minahasa Tenggara. Acara yang digelar di Gereja GMIM Sentrum Dame Tosuraya itu dirangkaikan dengan pembukaan Bimbingan Teknis Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).
Dalam sambutan tertulis Bupati Ronald Kandoli yang dibacakannya, Fredy Tuda memberikan pesan keras terkait implementasi kurikulum. Ia meminta agar dokumen kurikulum tidak hanya tersimpan rapi dan digunakan saat akreditasi.
“Kurikulum harus diposisikan sebagai kompas penunjuk arah dan dokumen yang HIDUP. Dokumen ini harus menjadi pedoman nyata yang mengarahkan proses belajar mengajar di setiap ruang kelas, setiap hari,” imbaunya.
Fredy menekankan bahwa pelantikan ini bukanlah seremoni biasa. Ia menyebut momen tersebut sebagai penegasan komitmen bersama dan tanda fajar baru bagi pergerakan pendidikan anak usia dini di Bumi Minahasa Tenggara.
“Kibarkanlah panji-panji pendidikan ini hingga ke seluruh pelosok daerah kita. Kolaborasi tanpa sekat sangat kita butuhkan demi melahirkan generasi emas Minahasa Tenggara yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di kancah global,” tegasnya.
Wakil Bupati secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Nolly Ratela, M.Ed, beserta jajaran pengawas untuk melakukan pengawalan ketat pasca-kegiatan. Hasil bimbingan teknis wajib diterapkan langsung di lapangan.
“Jangan sampai hanya berakhir menjadi tumpukan laporan di atas meja kerja,” ujar Fredy. Ia juga meminta evaluasi berkala terus dilakukan agar roda organisasi PKG PAUD tetap berjalan di jalur yang benar dan berdampak positif bagi kualitas pendidikan.
Pelantikan dan bimtek ini dihadiri jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik di Kabupaten Minahasa Tenggara. Fredy berharap pengurus PKG PAUD yang baru segera turun tangan dan bekerja nyata di lapangan.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia daerah yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kurikulum yang hidup dan pengawalan dari dinas menjadi kunci keberhasilan program ke depan.