MINAHASA — Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) di Sulawesi Utara tidak sekadar menyambungkan kabel ke rumah-rumah warga. Di Kabupaten Minahasa, perusahaan pelat merah itu ikut membangun infrastruktur jalan desa yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat karena rusak parah dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
Jalan sepanjang 12 kilometer itu dibangun di beberapa titik yang tersebar di wilayah pedesaan. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, tidak terbatas pada layanan kelistrikan semata.
Kondisi infrastruktur jalan yang buruk di sejumlah desa di Minahasa selama ini menjadi kendala utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga. Banyak petani yang kesulitan mengangkut komoditas seperti cengkih, kopra, dan sayur-mayur ke pasar karena akses jalan berlumpur dan berlubang saat musim hujan.
PLN menilai bahwa kehadiran listrik saja tidak cukup untuk mendorong roda perekonomian desa. Konektivitas jalan yang memadai menjadi prasyarat agar hasil bumi warga bisa dipasarkan dengan efisien.
Pembangunan infrastruktur jalan ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan di daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. PLN mengintegrasikan program kelistrikan dengan kebutuhan dasar warga lainnya agar manfaat yang dirasakan lebih nyata.
Warga di desa-desa terdampak menyambut positif inisiatif ini. Jalan yang mulus tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga menekan biaya transportasi yang selama ini membebani harga jual produk mereka di tingkat tengkulak.
Ke depan, PLN berencana melanjutkan program serupa di kabupaten lain di Sulawesi Utara yang memiliki kondisi infrastruktur serupa. Fokusnya tetap pada desa-desa yang selama ini terisolasi baik dari segi listrik maupun akses jalan.