MINAHASA — Nama Benyamin Sangari mulai sering disebut-sebut di berbagai pertemuan warga di Desa Kalawiran. Bukan tanpa alasan, pria yang maju sebagai calon Hukum Tua nomor urut 1 ini membawa reputasi sebagai pemimpin yang tidak pernah mempersulit urusan warganya. Kedekatannya dengan masyarakat akar rumput menjadi modal utama yang diyakini mampu membawa perubahan nyata bagi desa.
Salah satu nilai lebih yang melekat pada Benyamin adalah sikapnya yang merakyat. Warga menilai ia kerap hadir di tengah-tengah kegiatan sosial, mulai dari kerja bakti hingga acara adat, tanpa jarak. "Beliau itu orangnya sederhana dan selalu mendengar keluhan kami. Tidak seperti pejabat lain yang susah ditemui," ujar seorang warga setempat.
Selain itu, Benyamin juga dikenal memiliki rekam jejak yang bersih selama beraktivitas di lingkungan desa. Tak ada satupun laporan atau isu negatif yang menyeret namanya, menjadikannya figur yang layak dipercaya untuk memimpin Desa Kalawiran ke depan.
Dalam setiap kesempatan, Benyamin menyampaikan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi warga. Ia ingin desa tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi. "Saya ingin semua warga, tanpa terkecuali, merasakan hasil pembangunan. Bukan hanya segelintir orang saja," tegasnya.
Program-program yang ditawarkan lebih menyentuh kebutuhan langsung warga, seperti perbaikan jalan usaha tani, bantuan modal untuk UMKM, serta penguatan posyandu dan kegiatan keagamaan. Pendekatan ini dianggap mampu menjawab persoalan klasik di desa, yaitu kesenjangan akses dan informasi.
Popularitas Benyamin tidak hanya di kalangan warga biasa. Sejumlah tokoh pemuda dan perempuan di desa juga menyatakan dukungan terbuka. Mereka menilai sosok Benyamin adalah tipe pemimpin yang mampu merangkul semua golongan, tanpa memandang latar belakang politik atau status sosial.
Dengan karakter yang bersih, merakyat, dan berpengalaman bergelut langsung dengan