BOLTIM — Prajurit TNI dari Koramil 1303-03/Modayag bersama masyarakat Desa Gujaan dan Desa Bungkudai Bersatu menggelar kerja bakti pembersihan jalan perkebunan di Kecamatan Moat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (05/05/2026) ini menyasar jalur ambang yang menjadi urat nadi aktivitas pertanian warga setempat.
Kondisi jalan sebelumnya tertutup semak belukar yang cukup rimbun. Hal ini dinilai menghambat mobilitas petani saat mengangkut hasil bumi. Selain itu, rimbunnya tanaman liar di sisi jalan seringkali membahayakan pengguna kendaraan roda dua, terutama saat harus berpapasan di jalur yang sempit.
Jalan ambang tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menuju lahan perkebunan mereka. Sebelum dibersihkan, jarak pandang pengendara terbatas akibat vegetasi yang tidak teratur. Kondisi ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas di area perbukitan tersebut.
Pembersihan dilakukan secara manual dengan membabat rumput dan ranting pohon yang menjuntai ke badan jalan. Langkah ini diambil guna memastikan kendaraan pengangkut hasil panen dapat melintas tanpa kendala teknis maupun risiko slip.
Praka Abdul Ajid Ely menjelaskan bahwa keterlibatan personel Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah infrastruktur skala kecil di desa binaan.
"Kami hadir untuk membantu kesulitan warga, termasuk memastikan akses jalan pertanian dapat digunakan dengan aman," ujar Praka Abdul Ajid Ely di sela-sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang ikut bekerja agar tetap mengutamakan faktor keselamatan kerja. Mengingat cuaca yang tidak menentu, kondisi fisik warga menjadi perhatian agar kegiatan gotong royong ini tetap berjalan produktif tanpa mengabaikan kesehatan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari warga Desa Gujaan dan Desa Bungkudai Bersatu. Masyarakat turun langsung membawa peralatan kebersihan untuk memastikan jalur distribusi pangan mereka kembali layak dilalui.
Dengan kondisi jalan yang kini lebih terbuka, efisiensi waktu tempuh dari perkebunan menuju pusat desa diharapkan meningkat. Keamanan transportasi hasil bumi menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas komoditas pertanian sebelum sampai ke tangan pengepul atau pasar lokal di Bolaang Mongondow Timur.