T-Mobile Perluas Jangkauan Satelit Starlink ke Kanada dan Selandia Baru

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 16:24:58 WIB
T-Mobile resmi memperluas layanan konektivitas satelit Starlink ke Kanada dan Selandia Baru.

T-Mobile resmi memperluas jangkauan layanan konektivitas satelitnya ke Kanada dan Selandia Baru melalui kemitraan strategis dengan operator lokal dan SpaceX. Ekspansi ini memungkinkan pengguna tetap terhubung di area tanpa sinyal seluler tanpa perlu perangkat tambahan khusus. Langkah ini mempertegas dominasi Starlink dalam menyediakan infrastruktur direct-to-cell secara global.

T-Mobile baru saja mengumumkan ekspansi layanan T-Satellite ke wilayah Kanada dan Selandia Baru. Langkah ini direalisasikan melalui kerja sama dengan operator Rogers di Kanada dan One NZ di Selandia Baru. Kedua operator tersebut, seperti halnya T-Mobile, memiliki kesepakatan pemanfaatan konstelasi satelit Starlink milik SpaceX untuk memperkuat jaringan mereka.

Kolaborasi Roaming Satelit Antarnegara

Jangkauan satelit di Kanada kini didukung oleh infrastruktur Rogers Satellite, sementara di Selandia Baru disediakan lewat jaringan One NZ. Kemitraan ini bersifat timbal balik, sehingga pelanggan Rogers dan One NZ juga bisa menggunakan layanan T-Satellite saat mereka bepergian ke Amerika Serikat. T-Mobile saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan lebih banyak mitra roaming global untuk memperluas cakupan layanan ini.

Layanan T-Satellite sebelumnya telah tersedia untuk pelanggan di wilayah Amerika Serikat daratan, Puerto Rico, Hawaii, dan sebagian Alaska selatan. Dengan penambahan dua negara ini, T-Mobile berupaya menghapus titik buta komunikasi bagi pelancong internasional. Peta cakupan terbaru kini sudah dapat diakses melalui situs resmi perusahaan untuk mempermudah navigasi pengguna.

Keunggulan Teknis dan Dukungan Aplikasi Pihak Ketiga

Layanan yang meluncur perdana pada Juli 2025 ini kompatibel dengan iPhone 13 dan model yang lebih baru. Berbeda dengan fitur satelit bawaan Apple pada iPhone 14 ke atas, T-Satellite tidak mengharuskan pengguna mengarahkan ponsel secara manual ke langit. Koneksi akan aktif secara otomatis selama pengguna berada di bawah langit terbuka dan tidak terdeteksi sinyal Wi-Fi atau seluler.

Pada Oktober 2025, T-Mobile meningkatkan kapabilitas layanan ini dengan mendukung penggunaan data satelit pada sejumlah aplikasi pihak ketiga. Ini merupakan lompatan besar dibandingkan solusi satelit konvensional yang biasanya terbatas pada fungsi darurat atau pesan singkat internal. Pengguna kini memiliki fleksibilitas lebih luas untuk tetap produktif meski berada di lokasi terpencil.

Skema Harga dan Aksesibilitas Layanan

T-Mobile menyertakan layanan T-Satellite tanpa biaya tambahan bagi pelanggan yang menggunakan paket "Experience Beyond". Untuk pelanggan dengan paket lain, layanan ini dibanderol seharga $10 (sekitar Rp160.000) per lini. Kebijakan ini memberikan opsi bagi pengguna yang sering melakukan kegiatan luar ruang atau perjalanan lintas batas negara.

Menariknya, T-Mobile juga membuka akses bagi mereka yang bukan merupakan pelanggan seluler mereka. Pengguna smartphone umum dapat mendaftar layanan T-Satellite secara mandiri dengan biaya berlangganan $10 (sekitar Rp160.000) per bulan. Strategi ini menunjukkan ambisi T-Mobile untuk memposisikan diri sebagai penyedia layanan konektivitas satelit universal bagi pengguna iPhone.

Reporter: Edi Wahyono
Back to top