MANADO – Sulawesi Utara (Sulut) resmi mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital di Indonesia Timur. Berdasarkan data terbaru hingga Desember 2025, seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Utara kini telah menyandang predikat “Digital”, sebuah pencapaian tertinggi dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Akselerasi ini didorong oleh pertumbuhan penggunaan QRIS yang masif, baik dari sisi jumlah pengguna maupun nilai transaksi yang beredar di masyarakat.
Keberhasilan Sulut dalam mendigitalisasi sistem keuangannya tercermin dalam peringkat nasional dan regional Sulawesi:
| Kategori | Wilayah | Peringkat (Wilayah Sulawesi) |
|---|---|---|
| Provinsi | Sulawesi Utara | Peringkat III |
| Kota | Tomohon | Peringkat II |
| Kota | Manado | Peringkat III |
| Kabupaten | Bolaang Mongondow Utara | Peringkat III |
Salah satu sorotan utama adalah performa Kabupaten Kepulauan Talaud yang mencatatkan lonjakan Indeks ETPD paling drastis, yakni dari 90,2% menjadi 98,0%. Hal ini membawa Talaud melesat ke peringkat 5 besar kategori kabupaten se-Sulawesi.
Secara makro, ekosistem non-tunai di Sulut menunjukkan angka yang sangat progresif:
Volume Transaksi: Tembus 57 juta transaksi (naik 186,1% yoy).
Nilai Transaksi: Mencapai Rp6,40 Triliun (tumbuh 143,2% yoy).
Ekosistem: Didukung oleh 529.688 pengguna dan 367.648 merchant yang tersebar di seluruh Sulut.
Peningkatan rata-rata Indeks ETPD Sulut dari 92,8% menjadi 94,3% pada semester II-2025 menandakan kesiapan infrastruktur dan adaptasi masyarakat terhadap teknologi finansial.
"Dengan seluruh pemda berpredikat 'Digital', Sulawesi Utara kini memiliki momentum strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik pada 2026."
Transformasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka statistik, tetapi berdampak langsung pada transparansi anggaran dan kemudahan akses layanan bagi seluruh warga Sulawesi Utara.