SULAWESI UTARA — Indonesia menargetkan potensi kerja sama minimal USD19,5 juta atau sekitar Rp348,46 miliar dengan kawasan Afrika Tengah melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Delegasi dari Kamerun dan sejumlah negara Afrika Tengah mengikuti rangkaian agenda pada 12–25 Oktober 2026 untuk memperkuat diplomasi ekonomi.
Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, menyatakan partisipasi delegasi Afrika Tengah dirancang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial di kawasan tersebut. Angka target itu menyamai capaian TEI 2025 yang mencapai USD19,5 juta atau sekitar Rp348,46 miliar.
Dari sekitar 150 peserta yang mendaftar, jumlah delegasi yang diperkirakan hadir sekitar 75 orang. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat delegasi TEI 2025 yang hanya sekitar 30 orang.
Empat Calon MoU dengan Peluang 80 Persen
KBRI Yaoundé menjajaki empat calon nota kesepahaman (MoU) yang dinilai berpeluang ditandatangani. Agung memperkirakan peluang penandatanganannya sekitar 80 persen, meski masih harus melalui pembahasan lanjutan.
Sektor pertanian menjadi perhatian utama, termasuk kebutuhan pupuk Kamerun. "Mereka juga sering mengatakan kepada saya bahwa Kamerun masih sangat kekurangan pupuk untuk memperkuat dan meningkatkan volume produksi mereka," ujar Agung.
Peluang lain terbuka di sektor transportasi, khususnya pengembangan perkeretaapian. Menteri Transportasi Kamerun telah menyampaikan ketertarikan mengembangkan sistem kereta api di negaranya.
Kereta Api hingga Galangan Kapal Masuk Radar
Kerja sama perkeretaapian tidak terbatas pada penyediaan lokomotif, tetapi mencakup sistem secara lebih luas. KBRI Yaoundé berencana mengoordinasikan penjajakan itu dengan Kementerian Perhubungan RI.
Indonesia juga menjajaki peluang di sektor suku cadang kendaraan serta transportasi sungai dan perkapalan. Untuk perkapalan, KBRI akan menghubungi perusahaan galangan kapal Indonesia guna melihat kemungkinan kerja sama yang sesuai kebutuhan Kamerun.
Pada TEI 2025, sekitar enam MoU disepakati terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Capaian itu menjadi basis target tahun ini.
Agenda Business Matching dan Forum Bisnis
Penjajakan akan dilanjutkan melalui business matching dan Forum Bisnis Indonesia–Kamerun ke-2. Agung berharap pembicaraan tidak berhenti pada agenda penandatanganan MoU.
"Pembicaraan masih akan terus berlanjut sehingga MoU pun dapat dihasilkan lebih banyak lagi dengan nilai kerja sama yang juga meningkat," kata Agung.
Delegasi mengikuti TEI pada 14–18 Oktober 2026, termasuk Forum Bisnis Indonesia–Kamerun ke-2 pada 16 Oktober. Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan ke pusat inovasi dan UMKM serta penjajakan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Delegasi juga dijadwalkan menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 21–24 Oktober 2026. Bagi pelaku usaha Indonesia, momentum ini membuka akses pasar Afrika Tengah yang selama ini belum tergarap optimal.