Pencarian

Polda Sulut Ajukan Dana ke BGN, Dapur SPPG di SPN Manado Setop Layani 2.500 Penerima Manfaat

Jumat, 09 Oktober 2026 • 06:01:00 WIB
Polda Sulut Ajukan Dana ke BGN, Dapur SPPG di SPN Manado Setop Layani 2.500 Penerima Manfaat
Dapur SPPG SPN Manado setop layanan usai dana memasak habis pada 7 Oktober.

MANADO — Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sulut, Kombes Pol Amin Litarso, menyatakan dana terakhir yang tersedia untuk kegiatan memasak di SPPG SPN habis pada 7 Oktober. Sejak sehari setelahnya, dapur tidak lagi memproduksi makanan.

Polda Sulut telah menyampaikan permohonan pencairan ke BGN. Hingga kini, pihaknya masih menunggu realisasi transfer dana operasional tersebut.

"Sehingga praktis tanggal 8 Oktober sudah tidak bisa memasak lagi. Kami sudah mengajukan ke BGN, namun saat ini masih menunggu realisasi pencairan," ujar Amin Litarso di Manado, Kamis.

Mekanisme Baru BGN Perketat Pencairan Dana

Amin menegaskan penghentian sementara SPPG SPN murni disebabkan kendala teknis pencairan anggaran. Tidak ada faktor lain yang membuat dapur gizi berhenti beroperasi.

BGN menerapkan aturan baru dalam proses pencairan. Setiap SPPG diwajibkan mengajukan Rencana Kebutuhan terlebih dahulu sebelum dana bisa ditransfer.

"BGN kini memperketat proses pencairan dana dengan mewajibkan setiap SPPG mengajukan Rencana Kebutuhan (RKB) terlebih dahulu," kata Amin menjelaskan mekanisme yang menjadi penyebab tertundanya pencairan.

Polda Sulut juga sudah berkoordinasi dengan mitra penyedia, PT MTT. Pihaknya berharap proses pencairan tidak memakan waktu lama agar pelayanan gizi bisa segera berjalan kembali.

2.500 Penerima Manfaat Terdampak, Guru Diminta Beri Pemahaman

Layanan gizi di SPPG SPN Polda Sulut menyasar sekitar 2.500 penerima manfaat. Sasaran program mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

Menyikapi terhentinya operasional, Amin mengimbau pihak sekolah dan guru memberikan pemahaman kepada siswa. Para murid diminta sementara membawa bekal dari rumah atau uang saku tambahan.

"Kami mengimbau para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyampaikan kepada para murid agar untuk sementara dapat membawa bekal dari rumah atau membawa uang saku tambahan. Jangan sampai terhentinya sementara makan siang ini menurunkan semangat belajar anak-anak," kata Amin menambahkan.

Operasional SPPG SPN akan kembali bergulir begitu dana dari BGN ditransfer. Polda Sulut memastikan pelayanan gizi bagi seluruh penerima manfaat menjadi prioritas begitu kendala pencairan teratasi.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks