SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.210,42 pada perdagangan Rabu (7/10/2026) pagi, namun langsung tergerus ke 6.192,32 atau turun tipis 0,61 poin (0,0099 persen) dari penutupan sebelumnya di 6.192,93. Pelemahan indeks berbanding terbalik dengan sektor energi yang justru menguat 0,52 persen ke level 3.294,92. Selama sesi awal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.214,76 sebelum akhirnya tertekan ke titik terendah harian 6.164,68.
Data perdagangan pukul 09.39 WIB yang dihimpun dari Investing.com menunjukkan IHSG bergerak fluktuatif sejak pembukaan. Indeks sempat mencoba bertahan di zona hijau, tetapi tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar menyeret indeks kembali ke teritori negatif.
Di sisi lain, indeks sektor energi mencatat penguatan 17,04 poin ke level 3.294,92. Penguatan sektor ini ditopang oleh sejumlah emiten batu bara dan jasa penunjang tambang yang bergerak positif sejak pagi.
Saham Energi yang Memimpin Penguatan
Paragon Karya Perkasa memimpin penguatan dengan kenaikan 3,68 persen ke level 7.050. Disusul Petrosea yang menguat 2,94 persen ke level 5.250, dan Bukit Asam yang naik 2,06 persen ke level 3.470.
Sejumlah emiten energi lain juga mencatat kenaikan:
- Baramulti Suksessarana naik 1,46 persen ke level 5.225
- Adaro Andalan Indonesia menguat 1,24 persen ke level 12.275
- ABM Investama naik 1,12 persen ke level 2.710
- Indika Energy menguat 1,11 persen ke level 2.740
- Golden Energy Mines naik 0,88 persen ke level 8.625
- Prima Andalan Mandiri naik 0,85 persen ke level 3.560
- Bayan Resources menguat 0,74 persen ke level 13.550
Saham Energi yang Masih Tertekan
Tidak semua saham energi bergerak positif. Mitrabahtera Segara mencatat penurunan terdalam di sektor ini dengan koreksi 2,05 persen ke level 4.310. Golden Eagle Energy menyusul dengan pelemahan 1,52 persen ke level 3.250.
Raharja Energi Cepu terkoreksi 0,71 persen ke level 4.180, sedangkan Indo Tambangraya Megah turun tipis 0,10 persen ke level 26.075. Sementara itu, Super Energy dan Dana Brata Luhur masing-masing stagnan di level 3.000 dan 2.690 tanpa perubahan harga.
Tekanan di Indeks Utama
Pelemahan IHSG pagi ini terbilang tipis, hanya 0,61 poin dari penutupan sebelumnya. Namun rentang pergerakan harian cukup lebar, dari level tertinggi 6.214,76 hingga terendah 6.164,68 — selisih sekitar 50 poin.
Pergerakan tersebut mencerminkan arus jual beli yang masih berimbang di awal sesi. Investor tampak menanti katalis lanjutan sebelum mengambil posisi lebih besar, sementara sektor energi menjadi tujuan parkir dana jangka pendek.
Bagi pelaku pasar, divergensi antara IHSG dan sektor energi pagi ini menunjukkan rotasi sektoral yang masih berlangsung. Saham-saham batu bara dan jasa tambang tetap diminati meski indeks acuan bergerak di zona merah.