SULAWESI UTARA — Mitsubishi XForce generasi pertama terbukti andal setelah menempuh 24.000 kilometer, dengan Blind Spot Warning jadi fitur paling terasa manfaatnya di jalan tol dan malam hari. Namun, pemakaian jangka panjang juga memunculkan catatan pada sensor TPMS yang kadang tidak terbaca dan sistem auto lock yang baru aktif di 17 km/jam. Berikut temuan lengkap dari pemakaian nyata SUV lima penumpang ini.
Mitsubishi XForce sudah cukup lama mengisi segmen SUV lima penumpang di Indonesia. Setelah dipakai sekitar 24.000 kilometer, karakter mobil ini mulai terbaca jelas, terutama soal fitur yang benar-benar terpakai harian dan mana yang sekadar pelengkap.
Pemakaian panjang memberi gambaran berbeda dibanding test drive singkat. Fitur yang terasa berguna justru muncul saat menghadapi kondisi spesifik, sementara beberapa kekurangan baru ketahuan setelah mobil dipakai konsisten.
Blind Spot Warning Jadi Penolong di Jalan Tol Malam
Fitur keselamatan jadi nilai jual utama XForce. Blind Spot Warning termasuk yang paling sering terasa manfaatnya, terutama saat berpindah jalur di jalan tol.
Peringatan dari sistem ini membantu pengemudi memantau area titik buta yang sulit dijangkau pandangan langsung. Manfaatnya makin terasa ketika berkendara malam hari, saat pencahayaan terbatas membuat sekitar mobil lebih sulit dipantau.
XForce generasi pertama belum dibekali adaptive cruise control. Meski begitu, kelengkapan fitur pendukung berkendara yang ada masih memadai untuk kebutuhan harian.
TPMS Praktis, tapi Pembacaan Kadang Hilang
Tire Pressure Monitoring System (TPMS) memudahkan pengemudi memantau tekanan ban tanpa turun dari mobil. Fitur ini berguna sebelum perjalanan jauh, karena tekanan ban yang sesuai menjaga kenyamanan sekaligus menekan risiko masalah di jalan.
Ada catatan dari pemakaian jarak jauh. Sensor TPMS terkadang tidak terbaca sehingga informasi tekanan ban tidak selalu muncul seperti yang diharapkan.
Kondisi itu membuat pengecekan manual tetap perlu dilakukan, khususnya sebelum menempuh rute panjang.
Auto Lock Baru Aktif di 17 Km/jam
Sistem penguncian pintu XForce generasi pertama bekerja ketika mobil mencapai kecepatan sekitar 17 km/jam. Artinya, saat mobil masih berjalan di bawah kecepatan tersebut, pintu masih bisa dibuka dari dalam meski central lock sudah diaktifkan.
Hal ini perlu diperhatikan pengemudi yang membawa anak kecil. Pastikan kondisi pintu tetap aman, terutama ketika mobil baru mulai berjalan dan belum mencapai kecepatan aktivasi auto lock.
Panoramic Sunroof Bukan Fitur Wajib
XForce generasi pertama belum menggunakan panoramic sunroof. Untuk penggunaan sehari-hari, absennya fitur ini tidak terlalu jadi masalah.
Fitur tersebut lebih bersifat pelengkap untuk memberi kesan lapang di kabin. Sementara untuk rutinitas harian, fitur keselamatan dan pendukung berkendara terasa lebih berguna.
Jika pertimbangan utama adalah kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan, panoramic sunroof bukan fitur yang wajib ada.
Karakter yang Cocok untuk Harian dan Perjalanan Jauh
Setelah 24.000 kilometer, XForce menunjukkan karakter yang pas untuk penggunaan harian. Fitur pendukung berkendara membuat mobil lebih mudah dikendalikan, baik saat menghadapi lalu lintas padat maupun perjalanan di jalan tol.
Blind Spot Warning jadi fitur yang paling menonjol manfaatnya, sedangkan TPMS memberi kemudahan memantau ban meski pembacaannya kadang terkendala. Fitur yang absen seperti adaptive cruise control dan panoramic sunroof bukan gangguan berarti jika kebutuhan utama ada di sisi kenyamanan dan keselamatan.
Secara keseluruhan, Mitsubishi XForce masih menunjukkan daya tariknya setelah pemakaian mencapai 24.000 kilometer. Kombinasi kenyamanan dan fitur pendukung berkendara jadi bagian paling menonjol dari SUV ini.