Pencarian

Menteri Trenggono Sebut Bitung Jadi Pelabuhan Perikanan Modern Berikutnya, Target Ekspor Terintegrasi

Minggu, 04 Oktober 2026 • 19:49:32 WIB
Menteri Trenggono Sebut Bitung Jadi Pelabuhan Perikanan Modern Berikutnya, Target Ekspor Terintegrasi
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau kawasan pelabuhan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan pemerintah pusat akan mengembangkan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara menjadi pelabuhan perikanan modern terintegrasi. Bitung masuk empat lokasi proyek percontohan bersama Cirebon, Pengambengan di Jembrana, dan Cilacap di Jawa Tengah. Keempat pelabuhan itu disiapkan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus pintu ekspor produk perikanan.

BITUNG — Pengembangan Bitung menyasar kawasan Indonesia Timur yang selama ini dinilai punya potensi perikanan besar namun belum tergarap optimal. Trenggono menegaskan Bitung akan dibangun dengan konsep serupa pelabuhan modern yang tengah disiapkan di tiga titik lain.

"Setelah ini nanti kita akan lakukan hal yang sama di Cilacap, kemudian Bitung. Jadi ada empat pelabuhan yang kita akan tingkatkan menjadi pelabuhan modern, international fish market kira-kira begitu," ujar Trenggono.

Empat Pelabuhan Jadi Proyek Percontohan Sebelum Diperluas

Pemerintah menetapkan Cirebon, Pengambengan di Jembrana (Bali), Cilacap, dan Bitung sebagai modeling atau proyek percontohan. Keberhasilan di empat titik itu akan jadi dasar sebelum konsep serupa diterapkan ke pelabuhan lain.

Trenggono menyebut pola modeling sudah biasa dipakai kementeriannya, mulai dari pembangunan kampung nelayan merah putih, mini RAS untuk budi daya ikan skala kecil, hingga integrated shrimp farm.

"Kalau ini sudah dari empat titik itu sudah kita bangun, kita akan monitor. Sama seperti yang biasa kami lakukan, baik itu pembangunan kampung nelayan merah putih, baik itu pembuatan mini RAS, baik itu pembangunan integrated shrimp farm dan lain sebagainya, itu selalu kita buat modeling," jelasnya.

Alasan Bitung Dipilih: Potensi Jalur Tangkap Indonesia Timur

Pemilihan lokasi pelabuhan disesuaikan dengan potensi sumber daya perikanan dan jalur penangkapan ikan di masing-masing wilayah. Untuk Indonesia Timur, pemerintah mengarahkan pengembangan ke Bitung.

Trenggono menambahkan pemerintah masih mengkaji Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara sebagai kandidat berikutnya.

"Berikutnya yang di Indonesia Timur. Indonesia Timur itu di Bitung. Nanti sebetulnya satu lagi di Belawan ya, tapi sedang kita studi dulu Belawan seperti apa," imbuhnya.

Bali dan Cilacap Wakili Jalur Laut Hindia, Cirebon Pantai Utara

Wilayah selatan Indonesia diwakili Bali dan Cilacap karena berada di kawasan dengan potensi tuna sirip biru dan cumi-cumi yang besar. Cirebon dipilih mewakili Pantai Utara Jawa yang punya komoditas cumi melimpah serta sejarah ekspor perikanan panjang.

"Kalau mewakili Indonesia, jalur 573 itu jalur Laut Hindia yang potensi tuna sirip birunya besar, lalu kemudian cuminya juga besar, maka dua pelabuhan yang kita bikin, yang pertama di sini, yang kedua di Cilacap," kata Trenggono.

"Lalu kemudian yang di Pantai Utara, itu juga banyak sekali cumi, itu di Cirebon. Dari Cirebon, karena Cirebon juga pertama punya sejarah ekspor yang paling besar di sana, jadi kita kembangkan," ujarnya.

Pelabuhan Jadi Pusat Bisnis dan Pintu Ekspor

Pengembangan pelabuhan perikanan modern diarahkan memperkuat peran pelabuhan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan. Layanan bagi nelayan dan pelaku usaha dibuat lebih terintegrasi.

Trenggono berharap keberhasilan model di empat pelabuhan itu menjadi fondasi membangun kekuatan ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan. Bagi nelayan Bitung dan pelaku usaha perikanan di Sulawesi Utara, konsep ini menjanjikan akses pasar yang lebih pendek dari kapal tangkap ke pembeli ekspor.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks