MANADO — Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan pandangan tersebut di sela-sela Festival Literasi Sulawesi Utara yang digelar di Museum Negeri Sulawesi Utara, Kota Manado, Jumat (2/10/2026) malam. Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi perkembangan zaman.
Festival yang berlangsung aman dan lancar itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan, komunitas, dan pegiat literasi. Kehadiran Pangdam disebut sebagai bukti nyata dukungan penuh TNI terhadap peningkatan budaya membaca dan menulis di masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Bangun Ekosistem Literasi
Mayjen TNI Mirza Agus menilai pengembangan ekosistem literasi yang inklusif tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga pegiat literasi.
"Pengembangan ekosistem literasi yang inklusif tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga pegiat literasi," ujar Pangdam.
Sinergi lintas sektor itu dinilai penting agar program literasi tidak berhenti pada seremonial. Komunitas dan pegiat literasi di daerah disebut memiliki peran langsung menjangkau masyarakat hingga tingkat kampung dan kelurahan.
Festival Literasi Dorong Aksi Kolaboratif Berkelanjutan
Melalui momentum festival tersebut, diharapkan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara dapat terwujud secara nyata. Harapan itu disampaikan melalui aksi-aksi kolaboratif ke depan yang melibatkan berbagai pihak.
Festival Literasi Sulawesi Utara menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, komunitas, dan pegiat literasi. Ajang ini juga memperkuat posisi Manado sebagai salah satu pusat kegiatan literasi di wilayah timur Indonesia.
Dukungan TNI terhadap budaya literasi dinilai sejalan dengan upaya membangun SDM yang berpengetahuan dan berwawasan luas. Generasi muda Sulawesi Utara diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kemampuan membaca dan menulis.