Pencarian

Kasatgaswil Sulut Densus 88 Jadi Irup di SMAN 7 Manado, Ingatkan Bahaya Bullying Picu Tawuran

Kamis, 01 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
Kasatgaswil Sulut Densus 88 Jadi Irup di SMAN 7 Manado, Ingatkan Bahaya Bullying Picu Tawuran
Kasatgaswil Sulut Densus 88 Kombes Pol I Nyoman Sarjana menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 7 Manado.

MANADO — Upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 7 Manado diwarnai kehadiran Kasatgaswil Sulawesi Utara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol I Nyoman Sarjana SIK MAP sebagai inspektur upacara. Kegiatan di lapangan sekolah itu diikuti Kepala SMAN 7 Manado Dr Hanny William Rawung SS MHum, para guru, serta ratusan siswa.

Dalam amanatnya, Kombes Pol I Nyoman Sarjana membeberkan hasil penelusuran terhadap aktivitas pelajar di Sulawesi Utara. Ia menemukan keterkaitan antara pengaruh media sosial dan tindakan yang mengarah ke anarkisme.

Apa yang Ditemukan Densus 88 pada Pelajar Sulut?

Menurutnya, sebagian siswa sudah terpapar tindakan anarkis hingga tahap yang ia nilai terlalu dalam. Proses itu, katanya, berlangsung lewat pembelajaran dari media sosial.

"Dari hasil pemeriksaan, kita klasifikasikan, ada (siswa) yang sudah terpapar (tindakan anarkis) terlalu jauh, terlalu dalam. Mereka belajar melalui media sosial," tutur Kombes Pol I Nyoman Sarjana.

Ia juga menyebut ada pelajar yang terpengaruh teman dan bersedia melakukan aksi tidak terpuji. Rantai persoalan itu, menurut dia, berawal dari bullying.

Stop Bullying, Stop Perundungan

Dari temuan tersebut, Kombes Pol I Nyoman Sarjana meminta seluruh siswa menghentikan praktik perundungan. Ia mengajak para pelajar merangkul teman yang berbeda dan tidak saling merendahkan.

"Jadi sekali lagi, melalui kesempatan ini saya tegaskan stop bullying, stop perundungan. Mari merangkul temannya yang berbeda, jangan ada saling merendahkan," ujarnya.

Ia berharap tidak ada lagi tawuran maupun bullying di lingkungan sekolah selepas kegiatan itu. Siswa yang terucil, kata dia, justru perlu dibantu agar mau bergaul.

"Jangan di-bully, karena itu penyalurannya lewat media sosial," ujarnya.

Bagaimana Perundungan Berujung Aksi Balasan?

Kombes Pol I Nyoman Sarjana menjelaskan, anak-anak dalam kondisi tertekan mendapat tawaran dari pihak tertentu. Situasi itu lalu dimanfaatkan untuk memengaruhi mereka melakukan aksi.

"Melakukan pembalasan terhadap orang atau kelompok yang membully mereka, dengan sumber daya apa yang ada di sekitarnya," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya saling menghormati dan menghargai sebagai upaya memutus rantai persoalan tersebut. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, mesti dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam momen Hari Kesaktian Pancasila ini, mari kita kembali bersikap dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Momen-momen ini jadikan dasar dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya berdoa semoga semua adik-adik yang ada di depan saya ini menjadi orang yang sukses sesuai dengan cita-cita yang diharapkan," papar Kasatgaswil Sulut Densus 88 Antiteror Polri mengakhiri amanatnya.

Dialog dengan Guru dan Siswa Usai Upacara

Usai upacara, Kombes Pol I Nyoman Sarjana berdialog bersama para guru dan siswa-siswi SMAN 7 Manado. Kepala SMAN 7 Manado Dr Hanny William Rawung SS MHum menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan pesan yang disampaikan.

Ia berharap pesan tersebut menjadi bekal menuntun siswa menghadapi dinamika pergaulan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Pesan yang tadi disampaikan sangat penting untuk menjadi pedoman bagi siswa, juga seluruh warga sekolah," ujarnya.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detikmanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks