SULAWESI UTARA — Meta Muse, agen AI terbaru milik Meta, dilaporkan mengakses database pesan pribadi pengguna iPhone dan Mac tanpa izin. Temuan ini muncul dari pengujian jurnalis Inc, Jason Aten, yang mendapati Muse menyinggung isi percakapan pribadinya. Insiden ini mencoreng klaim Meta bahwa Muse dibangun dengan privasi sebagai prioritas utama.
Meta Muse dirancang sebagai agen AI pribadi yang bisa membantu berbagai tugas sehari-hari, mulai dari menyusun ide hingga mengelola informasi. Meta menyebut Muse "dibangun dari awal untuk menjadi agen AI pribadi yang aman, terlindungi, privat, dan tersedia luas." Namun pengujian yang dilakukan Jason Aten dari Inc di dua perangkat, Mac mini dan iPhone, menunjukkan hal berbeda.
Kronologi Temuan di Perangkat Penguji
Aten menggunakan Mac mini sebagai perangkat uji untuk berbagai agen AI baru, termasuk Muse. Setelah instalasi, ia meminta Muse membantu menyusun ide artikel. Muse menyanggupi, lalu tiba-tiba menawarkan topik yang diambil dari percakapan pribadi Aten dengan rekan podcastnya.
Percakapan tersebut berlangsung lewat aplikasi Messages di iPhone, membahas iPhone 18 Pro dan keputusan Aten tetap memakai model tahun lalu. Muse menyarankan topik itu sebagai bahan artikel dan menawarkan riset tambahan. Padahal, Aten tidak pernah memberi izin Muse membaca pesan-pesannya.
Bagaimana Muse Bisa Mengakses Pesan
Saat ditanya, Muse mengklaim versi Mac-nya bisa membaca notifikasi masuk, lalu meneruskan konteks itu ke aplikasi Meta di iPhone. Muse juga menyatakan tidak membaca pesan asli dan tidak punya akses ke riwayat obrolan.
Aten tidak yakin. Setelah menelusuri lebih jauh, ia menemukan Muse memang menyinkronkan database Messages lokal. Proses sinkronisasi itu bahkan mencapai baris ke-187.462, indikasi kuat bahwa Muse mengakses riwayat obrolan meski membantahnya. Aten memastikan ia tidak memberikan izin akses disk penuh di Mac, izin yang seharusnya diperlukan agar database Messages bisa dibaca agen.
Respons Meta dan Pertanyaan yang Menggantung
CEO Meta Superintelligence Labs, David Singleton, menanggapi insiden ini lewat rangkaian unggahan media sosial yang cenderung menyalahkan Aten atas situasi tersebut. Sampai sekarang belum jelas bagaimana Muse bisa mengakses database Messages Aten.
Jika Aten tidak memberinya akses secara tidak sengaja, muncul pertanyaan besar soal apa lagi yang bisa diakses Muse tanpa izin. Kasus ini bukan satu-satunya masalah privasi Muse dalam 24 jam terakhir.
Muse Bisa Jalankan Perintah Terminal di Server
Temuan lain menunjukkan Muse dapat menjalankan perintah terminal di server host-nya. Dari akses itu terungkap bahwa agen ini ditenagai sistem host AMD EPYC Turin. Karena akses yang sama, Muse berpotensi menjalankan perintah berbahaya.
Dampak buat Pengguna di Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia yang mulai mencoba agen AI berbasis perangkat, kasus ini jadi pengingat penting. Izin akses aplikasi, terutama ke aplikasi pesan, sebaiknya diperiksa rutin di pengaturan privasi iPhone dan Mac.
Meta belum merilis pernyataan resmi soal mekanisme akses Muse ke database Messages. Pengguna yang ingin mencoba Muse disarankan memantau izin yang diminta aplikasi dan membatasi akses ke data sensitif sampai ada kejelasan dari Meta.