Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meminta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) memastikan program inklusi keuangan berdampak nyata bagi warga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) Sulawesi Utara. Pemkab Kepulauan Sangihe mendorong Bank SulutGo, BRI, dan Bank Mandiri mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM, petani, serta nelayan lokal. Arahan itu disampaikan Michael di Manado dengan penekanan agar agenda TPAKD tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
SANGIHE — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan bahwa program inklusi keuangan daerah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan sekadar hadir dalam laporan kegiatan. Penekanan itu disampaikan saat mengarahkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) agar memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurut Michael, agenda TPAKD perlu diterjemahkan menjadi program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Wilayah 3T di Sulawesi Utara menjadi perhatian utama karena akses layanan keuangan di kawasan tersebut masih terbatas dibanding daerah lain.
Dorong Perbankan Permudah Penyaluran KUR
Sebagai langkah konkret, Pemkab Kepulauan Sangihe mendorong perbankan—khususnya Bank SulutGo, BRI, dan Bank Mandiri—mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan itu diproyeksikan memperluas akses modal bagi UMKM, petani, serta nelayan lokal.
"Kami fokus pada penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan program inklusi keuangan di daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," kata Michael di Manado, Minggu.
Ia menambahkan bahwa program tersebut harus mampu menghadirkan akses keuangan riil bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sangihe. "Kita harus memastikan program ini mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan akses keuangan riil bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sangihe," ujarnya.
Sektor Kelautan Jadi Prioritas Pembiayaan
Selain perdagangan dan pertanian, Michael menyoroti pentingnya optimalisasi sektor kelautan melalui penguatan pembiayaan untuk budi daya ikan dan perikanan tangkap. Kabupaten Kepulauan Sangihe dinilai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang belum sepenuhnya tergarap.
"Pembiayaan ini diproyeksikan untuk memperluas akses modal bagi UMKM, petani, serta para nelayan lokal," ujarnya.
Penguatan pembiayaan di sektor kelautan diharapkan mendorong pemanfaatan potensi perairan Sangihe secara lebih produktif. Nelayan dan pembudi daya ikan menjadi kelompok yang paling terdampak langsung dari skema kredit tersebut.
OJK: TPAKD Percepat Layanan hingga Pelosok Desa
Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert Sianipar mengatakan TPAKD diharapkan menjadi kontributor dalam mewujudkan program ekonomi yang inklusif dan produktif. TPAKD juga berperan mempercepat pemerataan akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Menurut Robert, perluasan akses tersebut dapat mempercepat layanan keuangan bagi pelaku UMKM serta masyarakat desa. Sinergi antara Pemkab Kepulauan Sangihe, OJK, dan industri perbankan menjadi kunci perluasan pembiayaan sekaligus dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi itu, warga di wilayah 3T diharapkan tidak lagi menghadapi hambatan berarti untuk menjangkau layanan keuangan formal. Dampaknya diarahkan pada penguatan usaha kecil, hasil pertanian, dan aktivitas perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi Kepulauan Sangihe.