PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) memperkuat ekosistem usaha tanaman pala di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan sejumlah pihak. Pembiayaan bank daerah itu untuk sektor pala di wilayah kepulauan tersebut telah menjangkau sekitar 138 debitur dengan plafon mencapai Rp 9,5 miliar. Kerja sama ini mencakup pola kemitraan pengembangan ekosistem, fasilitas pembiayaan, dan penjaminan pasar bagi petani pala.
MANADO — Direktur Kredit BSG Esther C Rampengan menyatakan langkah itu diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah kepulauan Sulawesi Utara. Penandatanganan MoU dan PKS berlangsung di Manado dan disaksikan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kabupaten Sitaro dinilai memiliki komoditas unggulan berstandar nasional maupun global, yakni tanaman pala. Komoditas itu disebut bukan sekadar sektor perkebunan konvensional, melainkan fondasi ekonomi kerakyatan dan sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat setempat.
Pembiayaan BSG untuk Pala Sitaro Capai Rp 9,5 Miliar
Hingga saat ini, pembiayaan BSG untuk sektor usaha pala telah menjangkau sekitar 138 debitur dengan plafon mencapai Rp 9,5 miliar. Angka itu disebut sebagai bentuk dukungan nyata bank daerah terhadap komoditas unggulan Sitaro.
Melalui momentum MoU dan PKS, BSG berharap penyaluran kredit dapat langsung diikuti eksekusi berupa penyaluran pembiayaan kepada para petani pala yang hadir di lokasi acara.
"Kami melakukan ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di wilayah kepulauan Sulut," kata Esther di Manado.
OJK Dorong Kemitraan Berbasis Ekosistem
Deputi OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo Budiman Siahaan menekankan pentingnya sinergi antara regulator perbankan dan pemerintah daerah sebagai katalisator dalam mengangkat daya saing komoditas lokal. Sinergi itu dinilai krusial agar komoditas daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan terbangunnya ekosistem yang terintegrasi, kolaborasi ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan finansial dan penyaluran kredit. Ada pula agenda transformasi ekonomi kerakyatan yang mandiri, tangguh, dan bernilai tambah tinggi.
OJK mendorong pola kemitraan berbasis ekosistem ini merangkul semua unsur. Mulai dari penyediaan akses pembiayaan, pendampingan manajemen usaha, hingga kepastian penjaminan pasar bagi para petani.
Apa Dampaknya bagi Petani Pala Sitaro?
Penjaminan pasar menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam kerja sama ini. Petani tidak hanya mendapat akses modal, tetapi juga kepastian penyerapan hasil panen pala mereka.
Pendampingan manajemen usaha disiapkan agar petani mampu mengelola kebun dan keuangan secara lebih tertata. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sitaro diharapkan meningkat secara signifikan.
BSG dan OJK menyatakan komitmen untuk memastikan pola kemitraan ini berjalan sesuai rancangan. Eksekusi pembiayaan kepada petani yang hadir dalam acara penandatanganan menjadi langkah awal setelah MoU dan PKS diteken.