SULAWESI UTARA — Arema FC belum diperkuat penyerang murni pada tiga laga pembuka Super League 2026/2027 karena Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya belum bugar sepenuhnya. Pelatih Marcos Santos mengakui ketiadaan target man membuat alur serangan Singo Edan kerap tersendat dan berjalan lambat.
Kondisi kebugaran dua bomber asing Arema FC, Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya, belum mencapai 100 persen. Dampaknya, Marcos Santos terpaksa meracik serangan tanpa sosok penyerang murni yang biasa menempati posisi nomor sembilan di tiga pertandingan awal Super League 2026/2027.
Marcos menyebut absennya target man membuat tempo serangan timnya tidak jarang melambat. Sirkulasi bola dari lini kedua jadi lebih panjang dan lebih mudah dibaca barisan pertahanan lawan.
Peran Target Man Lebih Luas dari Sekadar Mencetak Gol
Bagi pelatih berusia 47 tahun itu, penyerang murni bukan hanya soal jumlah gol yang dicatat di papan skor. Striker tengah berfungsi sebagai acuan paling depan, menyerap perhatian bek lawan, menahan bola, sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Kehadiran sosok itu menjadi target operan yang jernih ketika tim melancarkan serangan balik cepat. Tanpa tembok pemantul di garis depan, aliran bola yang dibangun lini kedua cenderung lebih lambat sampai ke kotak penalti.
"Ketika Anda punya striker murni saat melancarkan serangan balik, para gelandang serang, pemain sayap, bahkan para pemain bertahan akan memiliki acuan atau target yang jelas di depan. Ada seseorang yang bisa diajak bekerja sama untuk langsung mengalirkan bola secara cepat," ujar Marcos Santos.
Imbang 1-1 Lawan Persik Kediri di Kanjuruhan
Analisis taktis Marcos muncul setelah Arema FC bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri pada Pekan 3 Super League di Stadion Kanjuruhan. Singo Edan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Zanadin Fariz, sebelum Careca menyamakan kedudukan dari titik penalti.
Persik sempat mendominasi alur bola di babak pertama. Arema bangkit di babak kedua dan tampil lebih agresif setelah melakukan penyesuaian taktik, meski sejumlah peluang emas yang tercipta belum berbuah gol tambahan.
Marcos Puji Daya Juang Pemain Meski Tanpa Striker Murni
Marcos tetap memberi apresiasi terhadap daya juang anak asuhnya. Menurutnya, menciptakan peluang adalah pekerjaan paling rumit dalam sepak bola, dan Arema sanggup melakukannya meski tanpa penyerang murni.
"Menciptakan kesempatan itu sangat sulit. Ketika Arema sanggup menciptakan banyak peluang meski tanpa striker murni, itu membuktikan bahwa kami berada di jalur taktis yang benar," kata Marcos.
Pelatih asal Brasil itu juga meminta maaf kepada Aremania karena belum mempersembahkan kemenangan di Kanjuruhan. Ia memastikan tim terus bekerja keras mematangkan taktik seiring kompetisi yang masih panjang.
"Kami memohon maaf kepada Aremania belum bisa memberikan kemenangan di Kanjuruhan. Tapi kami pastikan tim ini terus bekerja keras mematangkan taktik," pungkas Marcos.
Belum Tersentuh Kekalahan, Ketajaman Ditargetkan Meledak
Dari tiga laga awal, Arema FC belum tersentuh kekalahan. Marcos menilai ketajaman lini serang akan meledak optimal begitu para bomber murninya kembali dalam kondisi 100 persen.
Kondisi itu menjadi kunci bagi Singo Edan untuk mengubah hasil imbang menjadi kemenangan pada pekan-pekan berikutnya. Selama Zijlstra dan Otusanya belum pulih penuh, Marcos harus mencari solusi agar alur serangan tetap cepat tanpa kehilangan acuan di garis depan.