Pencarian

PGN Dukung Jargas Gresik-Sidoarjo, Pemerintah Bangun 119.379 SR

Selasa, 22 September 2026 • 11:03:01 WIB
PGN Dukung Jargas Gresik-Sidoarjo, Pemerintah Bangun 119.379 SR
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau infrastruktur jargas di Gresik dan Sidoarjo.

SULAWESI UTARA — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) di 15 kabupaten/kota sepanjang 2025-2026, dengan Gresik dan Sidoarjo masing-masing kebagian sekitar 7.000 SR. Pembangunan itu menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor LPG sekaligus menekan subsidi energi di APBN. PGN, subholding gas Pertamina, ditugaskan sebagai operator di kedua wilayah Jawa Timur tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung infrastruktur jargas di Gresik dan Sidoarjo, didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta. Kunjungan itu merupakan bagian dari tugas KSP mengawal program prioritas nasional di sektor energi, sekaligus persiapan pengoperasian jargas APBN tahun anggaran 2025-2026 di dua kabupaten tersebut.

Pengembangan jargas masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. Pemerintah juga menetapkan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Berapa Sambungan Rumah yang Sudah dan Akan Dibangun

Agung Kuswardono menyebut pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Pipa transmisi Cirebon-Semarang menjadi salah satu fondasi utama untuk memperluas pemanfaatan gas domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

"Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," kata Agung dalam keterangannya, Senin (21/9).

Sejak 2022, Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas telah membangun 4.000 SR jargas di Gresik menggunakan APBN. Sidoarjo lebih dulu, dengan 29.961 SR sejak 2010. Seluruh jaringan itu dikelola PGN sebagai operator.

Mengapa Jargas Dianggap Kunci Swasembada Energi

Dudung menyatakan kunjungan ini bagian dari upaya mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Beban impor LPG selama ini menjadi salah satu penyumbang defisit neraca perdagangan sektor energi.

Dari sisi fiskal, setiap rumah tangga yang beralih ke jargas berpotensi menekan belanja subsidi energi. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas secara masif mulai tahun ini, dengan total 1 juta SR hingga 2028.

Hery Murahmanta menegaskan PGN siap mendukung penugasan pengelolaan jargas sesuai peran dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga & pelanggan kecil," ujar Hery.

Jangkauan PGN dan Solusi di Luar Jaringan Pipa

PGN tercatat melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga secara nasional. Pengalaman perusahaan dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas mencakup aspek keandalan aset, keselamatan jaringan, hingga pengelolaan pelanggan.

Untuk wilayah yang belum terjangkau pipa, PGN mengembangkan solusi beyond pipeline melalui Compressed Natural Gas (CNG). Skema ini menyasar kebutuhan gas di daerah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan pipa konvensional.

Perluasan jargas di Gresik dan Sidoarjo menjadi ujian awal bagi target 1 juta SR pada 2028. Jika pola pembangunan dan penugasan operator berjalan sesuai jadwal, ketergantungan pada LPG impor berpeluang turun bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks