Pencarian

Pendiri ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Asia, Harta Rp 1.882 T

Senin, 21 September 2026 • 16:03:01 WIB
Pendiri ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Asia, Harta Rp 1.882 T
Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, menempati posisi orang terkaya di Asia versi Bloomberg Billionaires Index dengan kekayaan bersih USD 105,5 miliar.

SULAWESI UTARA — Zhang Yiming, pendiri induk usaha TikTok yakni ByteDance, menempati posisi orang terkaya di Asia versi Bloomberg Billionaires Index dengan kekayaan bersih USD 105,5 miliar atau setara Rp 1.882 triliun. Lonjakan lebih dari USD 12 miliar sepanjang bulan ini membuat pria asal China itu menyalip pendiri Adani Group, Gautam Adani, dengan selisih sekitar USD 700 juta atau 0,7 persen. Posisi ini menandai pergeseran peta kekayaan Asia dari konglomerasi infrastruktur ke pemilik platform digital dan kecerdasan artifisial.

Zhang Yiming merintis ByteDance pada 2012 dari sebuah apartemen empat kamar tidur di Beijing. Dokumen hukum tahun 2024 mencatat pria kelahiran Fujian itu menguasai 21 persen saham perusahaan. Sejak masuk indeks orang terkaya pada 2019 dengan harta USD 13 miliar, kekayaannya melonjak lebih dari USD 90 miliar, termasuk tambahan USD 40 miliar sepanjang tahun ini.

Dari Agregator Berita ke Raksasa Internet

ByteDance membangun nama lewat Toutiao, aplikasi agregator berita berbasis algoritma. Perusahaan kemudian melebarkan sayap ke video pendek melalui Douyin, yang diluncurkan ke pasar internasional sebagai TikTok.

Kini cakupan bisnisnya mencakup e-commerce, pendidikan, gaming, hingga berita. Untuk tahun 2025, ByteDance membukukan laba bersih USD 42 miliar dari pendapatan global USD 200 miliar. Keduanya naik masing-masing 27 persen dan 29 persen secara tahunan.

Gautam Adani Terpeleset di Indeks MSCI

Di sisi lain, Gautam Adani mengalami penurunan kekayaan bersih beberapa bulan terakhir. Konglomerasi yang bergerak di pelabuhan, bandara, dan energi itu tertekan penyeimbangan kembali saham-saham di indeks MSCI. Aksi jual memperparah kerugian tersebut.

Selisih tipis USD 700 juta membuat posisi Zhang belum sepenuhnya aman. Pergerakan harga saham ByteDance dan Adani Group akan menentukan siapa yang bertahan di puncak.

Taruhan AI yang Mengerek Valuasi

Kenaikan harta Zhang menyoroti bagaimana ledakan AI menciptakan kekayaan yang mampu menantang miliarder lama. ByteDance memiliki sejumlah produk AI, termasuk chatbot Doubao dan alat pembuat video Seedance.

Perusahaan terus menggenjot investasi di bidang ini untuk mengimbangi pesaing. Sekelompok bank global pada awal bulan ini sepakat memberikan pinjaman USD 29,6 miliar untuk keperluan korporat umum, termasuk mendanai riset dan pengembangan AI, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Spin-off Anew Labs dan Ambisi Farmasi

Salah satu pengembangan terbaru adalah rampungnya putaran penggalangan dana USD 290 juta untuk Anew Labs, unit pembuatan obat berbasis AI yang dipisahkan dari induknya. Unit ini divaluasi USD 1,5 miliar setelah penggalangan dana eksternal pertamanya.

ByteDance akan mempertahankan 56 persen saham di perusahaan tersebut setelah putaran dana. Langkah ini menandai ekspansi perusahaan ke sektor penemuan obat, wilayah yang selama ini dikuasai perusahaan farmasi tradisional.

Dampak ke Pasar Digital Indonesia

Bagi pasar Indonesia, posisi ByteDance sebagai pemilik TikTok dan Douyin menjadi sinyal bahwa raksasa platform digital kian punya otot finansial. Pendanaan besar dan valuasi unit AI mereka bisa memengaruhi strategi ekspansi di Asia Tenggara, termasuk alokasi investasi untuk konten lokal dan layanan e-commerce.

Investor startup di dalam negeri perlu mencermati arah diversifikasi ByteDance. Ketika perusahaan sebesar ini masuk ke sektor kesehatan dan AI generatif, kompetisi di ranah talenta teknologi dan akses modal bakal makin ketat.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks