Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menyatakan konsumsi masyarakat Manado masih tetap kuat di tengah kondisi ekonomi saat ini, tercermin dari Indeks Penjualan Riil hasil survei BI. Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto menyampaikan hal itu di Manado, Sabtu, seraya mencatat inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 sudah mencapai 3,68 persen (year to date). Data survei itu disebut menjadi dasar penyusunan asesmen dan rekomendasi kebijakan daerah.
MANADO — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menilai konsumsi masyarakat Manado tetap kuat di tengah kondisi saat ini. Penilaian itu merujuk pada Indeks Penjualan Riil hasil survei BI yang disampaikan Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto di Manado, Sabtu.
Selain konsumsi, Indeks Ekspektasi Harga mengindikasikan optimisme bahwa harga akan terkendali hingga akhir tahun 2026. Dari sisi dunia usaha, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan saldo bersih tertimbang yang meningkat signifikan pada triwulan III-2026 sebagai sinyal ekspansi aktivitas usaha.
Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen pada Triwulan II-2026
Perekonomian Sulawesi Utara tetap menunjukkan resiliensi dengan tumbuh sebesar 5,42 persen (year on year/yoy) pada triwulan II-2026. Dari sisi pembiayaan, intermediasi perbankan tumbuh positif dengan kredit meningkat 3,08 persen (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,08 persen (yoy) per Juli 2026.
Kualitas kredit juga terjaga pada rasio non performing loan (NPL) 2,77 persen. Angka-angka itu memperkuat gambaran bahwa aktivitas usaha dan konsumsi rumah tangga di daerah ini belum kehilangan tenaga.
Inflasi Kumulatif Agustus 2026 Capai 3,68 Persen
Joko mengingatkan agar perkembangan harga tetap dicermati mengingat inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 telah mencapai 3,68 persen (year to date/ytd). Karena itu, diperlukan penguatan sinergi guna menjaga pasokan dan kelancaran distribusi agar inflasi tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus satu persen.
"Berdasarkan hasil survei BI, konsumsi masyarakat Kota Manado tetap kuat tercermin dari Indeks Penjualan Riil," kata Joko.
Data Responden Jadi Dasar Rekomendasi Kebijakan Daerah
Joko menekankan bahwa data yang disampaikan para responden survei merupakan dasar penting dalam penyusunan asesmen dan perumusan rekomendasi kebijakan yang tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi daerah.
Dengan konsumsi yang masih kuat, ekspansi dunia usaha yang meningkat, dan intermediasi perbankan yang positif, tantangan utama Sulawesi Utara ke depan terletak pada menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi hingga akhir tahun.