SULAWESI UTARA — Apple mulai menjual iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di pasar China pada Jumat (18/9/2026), ditandai antrean warga di gerai-gerai Beijing. Peluncuran perdana di China ini menjadi penanda penting bagi Apple yang menghadapi persaingan ketat dengan merek lokal seperti Huawei dan Xiaomi. Antusiasme pembeli di hari pertama jadi indikator awal permintaan pasar terhadap lini flagship terbaru Apple.
Peluncuran di China menjadi momen strategis bagi Apple. Negeri Tirai Bambu adalah salah satu pasar terbesar perusahaan, sekaligus medan tempur yang makin ketat melawan Huawei, Xiaomi, dan Oppo di segmen ponsel premium.
Antrean di Hari Pertama Penjualan
Foto yang beredar dari lokasi menunjukkan barisan calon pembeli mengular di depan gerai Apple di Beijing. Dua model yang diburu adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max — varian tertinggi dari lini terbaru Apple.
Antrean panjang di hari pertama biasanya jadi sinyal awal seberapa kuat permintaan konsumen terhadap model baru. Namun angka penjualan resmi belum dirilis Apple maupun mitra ritelnya di China.
Mengapa China Penting bagi Apple
China menyumbang porsi signifikan dari pendapatan global Apple. Selain sebagai pasar penjualan, negara ini juga menjadi pusat manufaktur dan rantai pasok utama perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Apple menghadapi tekanan dari merek lokal yang agresif di segmen premium. Huawei misalnya kembali menguat dengan lini Mate dan P-series, sementara Xiaomi dan Oppo terus mendorong model high-end mereka.
Kehadiran iPhone 18 Pro dan Pro Max di China jadi ujian apakah Apple masih memegang loyalitas konsumen premium di tengah gempuran produk lokal.
Dampak ke Pasar Indonesia
Bagi pengguna Indonesia, peluncuran di China biasanya jadi indikator jadwal kehadiran resmi di pasar lain, termasuk Asia Tenggara. Apple belum mengumumkan tanggal resmi penjualan iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia.
Pelaku bisnis digital dan investor startup di dalam negeri kerap memantau siklus rilis iPhone karena berdampak ke ekosistem aplikasi, pembayaran digital, dan belanja konsumen di segmen premium.
Perkembangan lebih lanjut soal ketersediaan global dan harga resmi di tiap negara masih ditunggu.