Pencarian

Kakanwil Kemenag Sulut Sebut MTQ Nasional 2026 di Semarang Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Rabu, 16 September 2026 • 23:09:01 WIB
Kakanwil Kemenag Sulut Sebut MTQ Nasional 2026 di Semarang Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Kakanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menilai MTQ Nasional 2026 di Semarang sebagai momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menyatakan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXXV 2026 menjadi kesempatan memperkuat pembinaan generasi Qurani di daerah itu. Keikutsertaan kontingen Sulut di ajang yang digelar di Semarang tersebut juga dinilai sebagai momentum menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menanamkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

MANADO — Kakanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menilai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXV 2026 bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, keikutsertaan Sulut di event tersebut menjadi sarana memperkuat pembinaan generasi Qurani di provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu.

"Keikutsertaan Sulut merupakan kesempatan untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani," kata Ulyas di Manado, Selasa.

Ia berharap seluruh kontingen tampil maksimal, menjunjung sportivitas, dan membawa nama baik Sulawesi Utara. Prestasi, kata dia, tetap penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al Quran benar-benar menjadi pedoman hidup.

Pesan Presiden: Lahirkan Generasi Unggul Berakhlak Mulia

Ulyas mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berharap MTQ Nasional tahun ini melahirkan putra-putri bangsa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan memiliki akhlak mulia. Harapan itu disampaikan seiring gelaran MTQ Nasional XXXV yang berlangsung di Semarang.

Semangat kompetisi, lanjut Ulyas, hendaknya diikuti semangat mengamalkan Al Quran melalui kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan persaudaraan. Dengan semangat fastabiqul khairat, seluruh kafilah diajak berlomba dalam kebaikan.

"Prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al Quran benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan," ujarnya.

Al Quran Diminta Jadi Pedoman Sikap, Bukan Sekadar Dilantunkan

Kakanwil menekankan Al Quran tidak cukup hanya dilantunkan. Nilai-nilainya harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.

Dari Semarang, Ulyas berharap gema Al Quran berlanjut dalam keseharian warga Sulut. Tujuannya membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, amanah, dan membawa kemaslahatan bagi bangsa serta sesama.

Ia menyebut Al Quran harus dibaca, dipahami, dihayati, dan diamalkan sehingga melahirkan sikap Qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Jauhi Korupsi, Perkuat Persaudaraan lewat Tabayyun

Ulyas menegaskan orang yang dekat dengan Al Quran harus menjunjung kejujuran dan bekerja sungguh-sungguh. Ia juga meminta mereka menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam kehidupan sosial, masyarakat diajak mengamalkan ta'aruf, ta'awun, dan tabayyun. Tiga nilai itu dinilai penting untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menangkal hoaks dan fitnah.

Kontingen Sulawesi Utara kini bersiap menampilkan kemampuan terbaik di MTQ Nasional XXXV. Selain mengejar prestasi, mereka diharapkan membawa pulang nilai-nilai Qurani untuk diterapkan di kampung masing-masing.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks