Trump Masukkan XRP ke Rencana Cadangan Kripto AS, Tapi Kebijakan Resmi Hanya Prioritaskan Bitcoin

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:01:01 WIB
Ilustrasi: Trump mengumumkan rencana cadangan kripto AS melalui Truth Social pada 2 Maret 2025.

MANADO — Pengumuman Trump melalui Truth Social pada 2 Maret 2025 menyebut XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) sebagai bagian dari rencana cadangan kripto AS. Reuters melaporkan kapitalisasi pasar kripto melonjak lebih dari US$300 miliar dalam beberapa jam setelah pengumuman tersebut, dengan harga Bitcoin dan Ethereum ikut naik.

Namun, kebijakan resmi yang terbit empat hari kemudian memberi status berbeda. Pada 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk dua struktur terpisah: Strategic Bitcoin Reserve dan US Digital Asset Stockpile.

Apa Isi Perintah Eksekutif 6 Maret 2025?

Strategic Bitcoin Reserve dirancang menampung Bitcoin milik pemerintah AS, terutama aset yang diperoleh dari penyitaan perkara pidana atau perdata. Perintah itu juga membuka kemungkinan penambahan Bitcoin lewat strategi yang tidak membebani anggaran negara.

US Digital Asset Stockpile diperuntukkan bagi aset digital selain Bitcoin yang diperoleh pemerintah melalui penyitaan atau sumber lain yang diizinkan. Komposisinya bergantung pada aset yang secara sah sudah berada dalam kepemilikan pemerintah.

Perintah eksekutif tersebut tidak menetapkan XRP, Solana, maupun Cardano sebagai aset yang wajib dimasukkan. Pembelian aset non-Bitcoin untuk stockpile juga dibatasi dan memerlukan dasar kewenangan lanjutan melalui tindakan eksekutif atau legislatif.

Bagaimana XRP Bisa Masuk Pengumuman Awal Trump?

Pada Mei 2025, Politico melaporkan sebuah perusahaan lobi yang sebelumnya bekerja untuk Ripple turut membantu menyusun pesan awal mengenai rencana cadangan kripto Trump. Laporan itu memunculkan perdebatan apakah penyebutan XRP mencerminkan strategi matang atau dipengaruhi kepentingan pihak luar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pengumuman Trump menempatkan XRP dalam pembahasan politik soal masa depan aset digital di AS. Posisinya tetap berbeda dari Bitcoin yang punya struktur cadangan khusus.

Mengapa Investor XRP Perlu Cermati Perbedaan Ini?

Ada jarak besar antara pemerintah menyimpan XRP hasil penyitaan dan pemerintah aktif membeli XRP di pasar. Pembelian besar berpotensi menciptakan permintaan tambahan, sementara menyimpan token yang sudah dimiliki tidak serta-merta menghasilkan permintaan baru.

Hingga artikel sumber diterbitkan pada 15 Oktober 2026, belum ada informasi resmi yang membuktikan program khusus pemerintah federal AS untuk membeli XRP secara aktif. Besaran kepemilikan XRP pemerintah dalam stockpile juga belum terkonfirmasi resmi.

Investor perlu mengikuti perkembangan kebijakan, bukan hanya pernyataan tokoh politik. Kejelasan regulasi, adopsi institusional, perkembangan ekosistem Ripple, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang memengaruhi prospek XRP.

Regulasi dan Adopsi Jadi Katalis Berikutnya

Selain kebijakan cadangan kripto, perkembangan regulasi aset digital di AS berpotensi menggerakkan sentimen terhadap XRP. Kepastian soal klasifikasi aset digital dan aturan bagi pelaku industri menjadi penentu arah berikutnya.

Bagi investor di Indonesia, dinamika ini relevan karena pasar kripto lokal bergerak mengikuti sentimen global. Keputusan regulator AS kerap menjadi acuan tidak langsung bagi bursa dan platform kripto dalam negeri.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top