NVIDIA Gelar RTX AI PC Day di UPH, Dorong Mahasiswa Jadi AI Builder

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:34:01 WIB
Mahasiswa mengikuti kegiatan RTX AI PC Day yang digelar NVIDIA di Universitas Pelita Harapan.

SULAWESI UTARA — NVIDIA menggelar RTX AI PC Day di Universitas Pelita Harapan pada 13–14 Oktober 2026 untuk mendorong mahasiswa beralih dari pengguna AI menjadi pembangun solusi berbasis kecerdasan buatan. Acara ini menyoroti peran Agentic AI dan laptop ber-GPU RTX dalam menjalankan model AI secara lokal. Langkah tersebut menandai upaya NVIDIA memperluas basis talenta AI Builder di Indonesia sejak bangku kuliah.

Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengubah pola pikir mahasiswa dalam memakai kecerdasan buatan. Ia menyebut, sebelumnya AI hanya dipakai untuk menjawab pertanyaan, sedangkan di era Agentic AI pengguna dapat melatih AI untuk membangun sesuatu.

Mengapa Agentic AI Berbeda dari Chatbot

Agentic AI menjadi bagian penting yang membantu transformasi dari AI User menjadi AI Builder. Adrian menyebut, kalau biasanya pengguna mengakses aplikasi atau tools secara langsung, dengan Agentic AI, teknologi ini berperan sebagai perantara antara pengguna dengan aplikasi.

“Agentic AI itu kita train AI, bukan hanya untuk membuat saja, namun juga mengeksekusi perintah, inilah yang membantu kita bertransformasi dari AI User menjadi AI Builder,” ungkapnya.

Perbedaan paling jelas terletak pada cara kerja. Adrian menjelaskan chatbot hanya menjawab pertanyaan, sedangkan AI Agent dapat berpikir, membuat rencana, dan mengeksekusi berdasarkan instruksi pengguna.

“Inilah yang membedakan AI Agent dengan chatbot, kalau chatbot hanya menjawab pertanyaan, AI Agent dapat berpikir, membuat rencana, dan mengeksekusi berdasarkan instruksi kita. Jadi seperti pekerja digital yang bekerja untuk kita,” imbuhnya.

Contoh Penerapan di Dunia Kerja

Adrian memberikan gambaran bagaimana pengguna bisa memanfaatkan Agentic AI. Ia mencontohkan seorang arsitek yang memakai Agentic AI untuk mendesain rumah, mulai dari mengoptimalkan bentuk bangunan hingga rendering foto realistis.

Contoh tersebut memperlihatkan Agentic AI tidak berhenti di tahap menjawab atau memberi saran. Teknologi ini mengakses software dan mengerjakan tugas secara otomatis, sehingga alur kerja menjadi lebih singkat.

Peran GPU RTX untuk AI Lokal

Untuk mempercepat transformasi ini, mahasiswa membutuhkan perangkat yang dapat menjalankan AI secara lokal, contohnya laptop dengan GPU RTX. Menurut NVIDIA, laptop ber-GPU RTX dapat menjalankan model AI lokal jauh lebih cepat dibandingkan menjalankan model di CPU.

“NVIDIA berinvestasi dan menciptakan kategori baru seperti laptop GeForce RTX dan RTX Spark untuk membantu AI Builder untuk creating solution, dan NVIDIA membantu mereka dengan kemampuan AI yang bisa dijalankan di mana saja, baik secara cloud maupun lokal,” pungkasnya.

Ketersediaan perangkat dengan GPU RTX di pasar Indonesia menjadi faktor penting bagi mahasiswa yang ingin bereksperimen dengan model AI lokal tanpa bergantung pada koneksi cloud.

Dampak bagi Ekosistem Talenta Digital

Acara RTX AI PC Day di UPH menjadi salah satu ajang NVIDIA menyentuh langsung kalangan kampus. Pendekatan ini menyasar mahasiswa sebagai calon pengguna laptop GeForce RTX sekaligus calon AI Builder di pasar tenaga kerja digital.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, pergeseran dari AI User ke AI Builder membuka ruang bagi lahirnya produk dan layanan baru berbasis Agentic AI. Kebutuhan perangkat dengan kemampuan komputasi lokal juga berpotensi mengerek permintaan laptop kelas performa tinggi di Indonesia.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top