MANADO — Keikutsertaan Satrio dalam forum tersebut berawal dari seleksi Future Leaders Camp Regional III yang mencakup wilayah Sulawesi, Papua, Maluku, dan Maluku Utara. Kegiatan itu berlangsung di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Satrio melewati tahapan administrasi, penulisan esai, hingga sejumlah proses seleksi lain sebelum dinyatakan lolos.
Data seleksi menunjukkan dari 4.303 perguruan tinggi di bawah naungan Kemendiktisaintek, sebanyak 245 kampus dengan total 256 delegasi mahasiswa dinyatakan lolos dalam rangkaian FLC dan FLS 2026. Seleksi itu menjadi bagian dari upaya menjaring mahasiswa potensial yang punya kapasitas kepemimpinan dan mampu berkontribusi lewat organisasi serta kegiatan kemahasiswaan.
Sulawesi Utara mengirim empat delegasi dalam forum tersebut, dan Satrio menjadi satu-satunya perwakilan dari UMMA.
FLS 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang dan bidang strategis. Mereka adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto; Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Dr. Syahganda Nainggolan; Co-Founder ParagonCorp Salman Subakat; serta Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Dr. Agung Wicaksono.
Hadir pula Wakil Menteri Keuangan RI Prof. Dr. Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan Satrio menembus forum nasional itu ditopang pengalaman organisasinya di kampus maupun tingkat nasional. Ia pernah menjabat Gubernur Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMMA, Presiden Mahasiswa UMMA periode 2025, serta anggota Senat Mahasiswa UMMA periode 2026.
Di luar kampus, Satrio dipercaya sebagai Koordinator Daerah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo BEM PTMAI Zona VII. Ia juga aktif di sejumlah organisasi eksternal lain. Berbagai pengalaman itu menjadi bekal untuk terus belajar dan mengambil peran di ruang kepemimpinan yang lebih luas.
Satrio berharap pengalaman di FLS 2026 tidak berhenti sebagai capaian pribadi. Menurutnya, keikutsertaan itu bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa lain agar berani mengambil peluang dan aktif mengembangkan diri lewat organisasi.
"Lebih dari sekadar prestasi pribadi, saya berharap keikutsertaan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, berani mengambil kesempatan, serta aktif mengembangkan diri melalui organisasi maupun berbagai kegiatan positif. Saya juga berharap kita semua terus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Manado ke forum-forum nasional," ujar Satrio.
Ia juga meminta mahasiswa tidak menjadikan latar belakang kampus sebagai batas dalam bermimpi dan meraih cita-cita. Pencapaian ini sekaligus membawa nama Universitas Muhammadiyah Manado ke tingkat nasional.