BITUNG — Upacara bendera peringatan HUT ke-36 Kota Bitung berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, mulai pukul 08.00 WITA. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie Sulistyo dengan balutan pakaian adat. Pilihan busana tersebut menjadi pesan bahwa perbedaan suku, latar belakang, dan asal daerah bukan penghalang untuk membangun kebersamaan.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar bertindak selaku inspektur upacara. Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara dipercaya sebagai komandan upacara. Susunan petugas upacara tersebut melibatkan lintas instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.
Kapolres Bitung menyebut momentum HUT Kota Bitung bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menunjukkan rasa hormat terhadap kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bitung. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, saling menghargai, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah ini," ujar Kapolres.
Ia menegaskan, terciptanya Kota Bitung yang aman dan damai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.
Usai upacara, Kapolres Bitung turut bersalaman dan berbaur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi, solidaritas, dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan kedamaian akan terwujud apabila kita saling mendukung, menjaga kerukunan, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-36 Kota Bitung sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong. Ia menyebut pentingnya meningkatkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman, tertib, serta harmonis.
"Mari kita rawat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Bitung. Jangan biarkan perbedaan memecah persaudaraan. Dengan semangat toleransi, gotong royong, dan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah serta masyarakat, kita dapat terus menjaga Bitung sebagai kota yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua," pungkas AKBP Arie.
Melalui momentum HUT ke-36 ini, Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Pelayanan yang humanis dan profesional menjadi fokus, sejalan dengan upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Semangat "Polisi Bersama Masyarakat" yang digaungkan dalam peringatan kali ini menjadi penanda bahwa pengamanan wilayah tidak hanya bergantung pada aparat. Peran warga dalam menjaga kerukunan dan menyelesaikan persoalan dengan dialog dinilai sama pentingnya bagi stabilitas Kota Bitung ke depan.