Tesla Ganti Nama Full Self-Driving Jadi Assisted Driving di Eropa

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:30:31 WIB
Tesla mengganti nama fitur Full Self-Driving menjadi Assisted Driving di sejumlah situs resmi Eropa.

SULAWESI UTARA — Tesla mengganti nama fitur Full Self-Driving menjadi Assisted Driving di sejumlah situs resmi Eropa, termasuk Jerman, Spanyol, dan Prancis. Perubahan ini menyusul kekhawatiran regulator bahwa nama lama berpotensi menyesatkan konsumen soal kemampuan berkendara tanpa pengemudi. Langkah rebranding ini membuka jalan bagi Tesla untuk memperluas persetujuan fitur tersebut ke lebih banyak negara Eropa.

Kementerian Transportasi Federal Jerman menyoroti istilah Full Self-Driving yang dinilai menyesatkan, terutama karena fitur ini masih berstatus Supervised atau memerlukan pengawasan pengemudi. Sistem tersebut tidak benar-benar mengemudikan mobil, melainkan hanya memberi bantuan untuk tugas tertentu seperti akselerasi dan pengereman.

Alasan di Balik Perubahan Nama

Menteri Transportasi Jerman Steffen Bilger mengaku telah membahas kekhawatiran regulator terhadap fitur ini bersama Tesla pada September lalu. Kedua pihak mencapai kesepahaman, dan Tesla setuju mengganti nama fitur menjadi Tesla Assisted Driving.

"Saya akan mendorong persetujuan sistem ini secara tepat waktu di seluruh Eropa," ujar Bilger.

Pernyataan Kementerian Transportasi Federal Jerman menegaskan bahwa istilah Full Self-Driving, khususnya varian Supervised, berpotensi membuat pengguna mengira mobil bisa berjalan sepenuhnya tanpa pengemudi.

Negara yang Sudah Mengadopsi Nama Baru

Rebranding ini diterapkan di beberapa situs resmi Tesla di Eropa, termasuk Jerman, Spanyol, dan Prancis. Di Benua Eropa, fitur Tesla Assisted Driving sudah tersedia di sejumlah negara seperti Belanda, Denmark, Belgia, Slovenia, Republik Ceko, dan Kroasia.

Otoritas Swedia dan Italia masih menilai apakah nama Full Self-Driving berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen. Penilaian ini menentukan apakah mereka akan mengizinkan fitur tersebut beroperasi dengan nama lama atau mengikuti langkah rebranding.

Dampak bagi Rencana Ekspansi Tesla

Perubahan nama ini berpotensi menghapus hambatan yang selama ini dihadapi Tesla untuk memperluas fitur ke seluruh Benua Eropa. Sebelumnya, regulator di beberapa negara menahan persetujuan karena kekhawatiran soal klaim kemampuan sistem.

Dengan istilah Assisted Driving, Tesla berharap regulator lebih mudah menerima fitur tersebut sebagai sistem bantuan pengemudi, bukan sebagai teknologi otonom penuh. Pendekatan ini sejalan dengan posisi Tesla yang menyebut fitur tersebut masih memerlukan pengawasan aktif dari pengemudi.

Posisi Fitur di Pasar Eropa

Di pasar Eropa, fitur bantuan pengemudi Tesla bersaing dengan sistem serupa dari produsen lain yang umumnya memakai istilah seperti Pilot Assist atau Drive Pilot. Penamaan yang lebih konservatif dinilai penting agar konsumen tidak salah paham soal tingkat otonomi kendaraan.

Bagi pengguna di Eropa, perubahan nama ini tidak mengubah cara kerja fitur, hanya label dan persepsi yang disesuaikan dengan regulasi setempat. Tesla belum mengumumkan jadwal pasti perluasan fitur ke negara-negara Eropa lainnya.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top