TONDANO — Kepala Lapas Tondano Yulius Jum Hertantono menyebut pembinaan kerohanian sebagai bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Pelaksanaan ibadah bersama itu melibatkan sinergi antara pihak lapas dan Paroki Santa Rosa de Lima Tondano. Warga binaan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh perhatian.
Menurut Yulius, pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja. Ada pula pembentukan karakter dan penguatan spiritual yang dinilai sama pentingnya. Pendekatan itu dijalankan agar warga binaan punya bekal batin selama menjalani masa pidana.
"Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Kami berterima kasih kepada Paroki Santa Rosa de Lima yang terus memberikan pelayanan kerohanian bagi warga binaan," ujar Yulius.
Ibadah bersama ini menjadi salah satu agenda rutin yang difasilitasi Lapas Tondano. Pihak lapas membuka ruang bagi warga binaan untuk menjalankan kewajiban keagamaan sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diajak melakukan refleksi diri dan menumbuhkan sikap positif. Nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari selama masa pembinaan. Kegiatan serupa juga menjadi sarana memperkuat kehidupan spiritual warga binaan.
Yulius berharap ibadah ini memberi ketenangan batin bagi warga binaan. Ia juga menyebut kegiatan keagamaan bisa menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri.
"Kami berharap melalui ibadah ini, warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memiliki ketenangan dalam menjalani pembinaan, serta mampu membawa nilai-nilai positif tersebut ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat," tuturnya.
Pelaksanaan ibadah menjadi bentuk kerja sama antara Lapas Tondano dan Paroki Santa Rosa de Lima. Gereja tersebut secara rutin melayani kebutuhan kerohanian warga binaan beragama Katolik. Sinergi ini dinilai mendukung proses pembinaan kepribadian di dalam lapas.
Lapas Tondano menyatakan komitmennya untuk terus memberikan ruang ibadah bagi seluruh warga binaan. Pembinaan kerohanian diharapkan mendukung perubahan sikap dan perilaku. Bekal spiritual itu pula yang disiapkan agar warga binaan siap kembali menjalani kehidupan di masyarakat.