SULAWESI UTARA — Ring, produsen video doorbell milik Amazon, resmi merambah pasar smart lock dengan fitur power dial yang memungkinkan pengguna memutar tuas manual saat baterai habis. Perangkat ini menyasar kekhawatiran utama calon pembeli smart lock: terkunci di luar rumah karena daya baterai terkuras. Smart lock Ring akan tersedia di Amerika Serikat pada kuartal pertama 2027 dengan tiga pilihan warna.
Ring selama ini dikenal lewat jajaran video doorbell, tapi kini perusahaan yang diakuisisi Amazon tersebut menyiapkan produk pertamanya di kategori smart lock. Pendekatan yang dipakai berbeda dari merek lain: alih-alih hanya mengandalkan baterai, Ring menambahkan mekanisme pemutar daya manual sebagai cadangan.
Ide ini berangkat dari pengalaman pendiri Ring, Jamie Siminoff, saat mencari kunci pintu untuk rumah liburannya. Rumah tersebut jarang dipakai, sehingga baterai smart lock konvensional dikhawatirkan habis sebelum sempat diisi ulang.
Kekhawatiran lain muncul jika anggota keluarga atau teman berkunjung ke rumah tersebut. Pintu tidak terhubung ke sumber listrik, sehingga smart lock apa pun akan bergantung penuh pada baterai.
"I struggled because this particular house will get used very little, and I know the freaking battery will die on it," ujar Siminoff.
Dari situ ia mulai menggarap proyek smart lock yang bisa diputar tangan secukupnya untuk memberi daya dan membuka pintu. Setelah masuk, pengguna bisa melepas paket baterai isi ulang dan mengisinya seperti biasa.
Siminoff menyebut daya pada smart lock Ring bertahan sekitar satu tahun. Aplikasi Ring akan mengirim notifikasi ketika baterai perlu diisi ulang.
Lewat aplikasi yang sama, pemilik rumah bisa mengatur akses untuk orang-orang yang datang berkala, misalnya tukang jalan anjing atau petugas kebersihan. Ring juga berencana membuka akses bagi pengembang aplikasi pihak ketiga agar smart lock ini bisa dipakai untuk kebutuhan khusus, seperti pemilik properti Airbnb yang rutin mengganti kode akses.
Ring menyediakan empat metode masuk agar pengguna tidak perlu khawatir lupa kode. Pemilik rumah bisa memakai pemindai sidik jari, keypad layar sentuh dengan lampu latar, aplikasi Ring, atau asisten suara Alexa.
Siminoff mengakui smart lock ini sekilas mirip produk pesaing di pasaran. Namun menurutnya, kemampuan mengatasi kecemasan terkunci di luar rumah jadi nilai jual paling besar.
"I do think the power thing is a huge limiter of why people are not buying, and why they're not putting them in, and why they're worried about them," katanya.
Poin Siminoff masuk akal. Ketika smart lock menyediakan metode cadangan, solusinya biasanya merepotkan dan kurang aman, misalnya menyembunyikan kunci fisik di suatu tempat di area properti.
Ring belum mengumumkan harga resmi smart lock ini. Perangkat akan dijual di Amerika Serikat pada kuartal pertama 2027, setelah memperoleh otorisasi dari FCC.
Smart lock Ring dirancang cocok untuk deadbolt silinder tunggal standar dan hadir dalam tiga pilihan finishing: hitam, silver, dan kuningan. Belum ada informasi apakah produk ini akan masuk ke pasar Indonesia.
Bersamaan dengan smart lock, Ring memperkenalkan empat kamera 4K anyar: Outdoor Cam 4K Plus, Spotlight Cam 4K Plus, Floodlight Cam 4K Plus, dan Indoor Cam 4K dengan kemampuan pan-tilt. Keempatnya memperluas lini kamera Ring yang sebelumnya didominasi resolusi 1080p dan 2K.
Smart lock Ring paling cocok untuk pemilik rumah liburan, properti sewa, atau siapa pun yang sering meninggalkan rumah dalam waktu lama dan tidak ingin bergantung penuh pada daya baterai. Fitur power dial menjawab masalah nyata yang membuat banyak orang menunda beralih ke kunci pintu pintar.